Analisis Konstruksi Sosial Tentang Pencegahan Penularan Penyakit HIV/AIDS pada Populasi Kunci
| dc.contributor.author | Nyimas Zahratul Azizah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-23T05:40:01Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-04 | |
| dc.description | Validasi file repositori 23 Juli 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Penyakit HIV/AIDS masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi, khususnya pada kelompok yang dikategorikan sebagai populasi kunci. Kelompok ini meliputi pekerja seks komersial (PSK), pekerja hiburan malam, waria, dan individu lain yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi terhadap penularan HIV/AIDS. Dalam praktiknya, populasi kunci sering kali berada pada ruang sosial yang tertutup, mengalami stigma sosial, serta menghadapi keterbatasan akses terhadap informasi maupun layanan kesehatan. Kondisi tersebut menjadikan upaya pencegahan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan medis formal, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial yang mampu memahami karakteristik kelompok sasaran. Yayasan Laskar Jember hadir sebagai lembaga yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat dengan fokus pada upaya pencegahan penularan HIV/AIDS melalui kegiatan penjangkauan terhadap populasi kunci. Dalam menjalankan programnya, yayasan tidak hanya berfokus pada aspek teknis kesehatan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang bertujuan menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya perilaku hidup sehat. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana bentuk pendekatan dan strategi yang diterapkan Yayasan Laskar dalam meningkatkan kesadaran pencegahan HIV/AIDS pada populasi kunci. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Yayasan Laskar Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses penjangkauan, khususnya populasi kunci di wilayah lokalisasi Puger. Informan utama penelitian terdiri atas mami serta pekerja seks komersial, lady companion di tempat hiburan malam dan pekerja seks online yang terlibat secara langsung dalam dinamika pendampingan oleh yayasan. Analisis penelitian menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Sementara itu, teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Laskar menerapkan pendekatan yang berorientasi pada hubungan sosial yang humanis dan tidak menghakimi. Pendekatan non-stigmatis dilakukan dengan membangun komunikasi yang setara, penggunaan bahasa sederhana, serta pendampingan yang menempatkan populasi kunci sebagai individu yang layak memperoleh perhatian kesehatan. Selain itu, pendekatan keteladanan juga diterapkan melalui aktivitas sosial dan keagamaan yang melibatkan populasi kunci, seperti kegiatan pengajian dan santunan sosial. Dalam implementasinya, Yayasan Laskar menjalankan sejumlah strategi untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS. Strategi tersebut mencakup edukasi dan sosialisasi terkait HIV/AIDS, pendampingan pemeriksaan kesehatan rutin, distribusi alat kontrasepsi, serta pelatihan keterampilan kerja sebagai alternatif sumber penghidupan yang lebih aman. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi sosial populasi kunci agar intervensi dapat diterima dengan baik. Penelitian ini menemukan bahwa penerimaan populasi kunci terhadap keberadaan Yayasan Laskar berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari resistensi akibat pengalaman traumatis dan ketidakpercayaan terhadap pihak luar, hingga munculnya penerimaan dan kesadaran untuk terlibat dalam praktik kesehatan yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai yang diperkenalkan oleh yayasan mulai diterima sebagai bagian dari kehidupan seharihari, seperti penggunaan kondom, pemeriksaan HIV secara rutin, serta kepatuhan terhadap pengobatan bagi individu yang telah terdiagnosis positif HIV. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan HIV/AIDS akan lebih efektif apabila dilakukan melalui pendekatan sosial yang memperhatikan kondisi nyata kelompok sasaran. Perubahan tidak hanya terjadi pada perilaku kesehatan, tetapi juga pada cara berpikir dan kesadaran individu terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri. Dengan demikian, proses penjangkauan yang dilakukan Yayasan Laskar dapat dipahami sebagai bentuk konstruksi sosial yang mendorong terbentuknya kesadaran baru dalam kehidupan populasi kunci. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama: Nurul Hidayat, S.Sos., M.UP | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11926 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | HIV/AIDS | |
| dc.subject | Konstruksi Sosial | |
| dc.subject | Pencegahan Penularan Penyakit | |
| dc.title | Analisis Konstruksi Sosial Tentang Pencegahan Penularan Penyakit HIV/AIDS pada Populasi Kunci | |
| dc.type | Other |
