Penerapan Metode Fuzzy Electre Pada Pemilihan Calon Penerima Bantuan Sosial (Studi Kasus: Kelurahan Dadapan Banyuwangi)
| dc.contributor.author | Novita Dwiningtyas | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-07T06:59:23Z | |
| dc.date.issued | 2025-02-25 | |
| dc.description | Reupload file repository 7 September 2026_Ratna Validasi dan Finalisasi Ratna 7 September 2026 | |
| dc.description.abstract | Bantuan sosial merupakan program pemberian bantuan berupa uang atau barang dari pemerintah daerah yang bersifat tidak terus-menerus dan selektif dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan minimum dan melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Program bantuan sosial yang dilaksanakan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar minimum warga yang mengalami kesulitan ekonomi. Terdapat banyak daerah yang telah melakukan program bantuan sosial salah satunya yaitu Kelurahan Dadapan Kabupaten Banyuwangi. Penentuan calon penerima bantuan sosial perlu diperhatikan sesuai kondisi lapang. Oleh karena itu, diperlukan pendataan secara valid dan tepat sasaran agar bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pendataan yang selama ini dilaksanakan oleh Kelurahan Dadapan yaitu melalui rekomendasi dari RT/RW setempat. Metode yang digunakan Kelurahan tersebut mudah dalam pelaksanaannya, namun sering tidak memperhatikan kriteria yang digunakan. Penelitian ini menerapkan metode Fuzzy ELECTRE untuk menyelesaikan proses seleksi pemilihan calon penerima bantuan sosial. Prinsip metode ELECTRE, yaitu menggunakan indeks kesesuaian (concordance) dan ketidaksesuaian (discordance) dalam menganalisis hubungan antar alternatif. Metode Fuzzy ELECTRE adalah metode yang menggabungkan teori fuzzy dan ELECTRE. Metode ini mengubah dari variabel linguistik ke himpunan fuzzy berupa bilangan fuzzy segitiga. Data yang akan digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara melakukan wawancara dan menyebar kuesioner kepada petugas yang bertugas dalam penyeleksian bantuan sosial warga kurang mampu. Data sekunder diperoleh dengan mengajukan permohonan pengambilan data 15 Kartu Keluarga sebagai calon penerima bantuan sosial ke Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Dari wawancara yang telah dilakukan diperoleh lima kriteria yang akan digunakan yaitu luas bangunan dengan mempertimbangkan status kepemilikan, jenis lantai, daya listrik, pendapatan dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan dan tanggungan anak usia sekolah. Pengolahan data kuesioner menggunakan program GUI MATLAB. Pada penelitian ini diperoleh kriteria yang dianggap paling penting yaitu pendapatan (K4) dengan bobot tertinggi sebesar 0.916, kemudian tanggungan anak usia sekolah (K5) dengan bobot sebesar 0.833, dan luas bangunan (K1), jenis lantai (K2), dan daya listrik (K3) memiliki bobot sebesar 0.50. Hasil dari penerapan metode Fuzzy ELECTRE menghasilkan daftar calon penerima bantuan sosial yang dikategorikan ke dalam alternatif prioritas dan alternatif eliminasi. | |
| dc.description.sponsorship | Abduh Riski, S.Si., M.Si. Dr. Agustina Pradjaningsih S.Si., M.Si | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14764 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | |
| dc.subject | Bantuan sosial | |
| dc.subject | Warga kurang mampu | |
| dc.title | Penerapan Metode Fuzzy Electre Pada Pemilihan Calon Penerima Bantuan Sosial (Studi Kasus: Kelurahan Dadapan Banyuwangi) | |
| dc.type | Other |
