Karakterisasi dan Uji Efektivitas Formulasi NPV (Nucleopolyhedrovirus) Terenkapsulasi Kitosan Terhadap Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama utama pada
berbagai komoditas pertanian yang dapat menurunkan hasil produksi secara
signifikan. Pengendalian hama menggunakan pestisida kimia secara intensif
menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti resistensi hama dan pencemaran
lingkungan. Oleh karena itu, Nucleopolyhedrovirus (NPV) dikembangkan sebagai
agen pengendali hayati yang lebih ramah lingkungan (Purnomo, 2010). Namun,
efektivitas NPV di lapangan sering menurun akibat faktor lingkungan, terutama
paparan sinar ultraviolet dan kondisi eksternal lainnya yang menyebabkan
degradasi virus.
Upaya untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas NPV dilakukan
melalui teknik enkapsulasi menggunakan kitosan. Kitosan dipilih karena bersifat
biodegradable, biokompatibel, dan memiliki muatan positif yang mendukung
interaksi dengan partikel virus. Enkapsulasi diharapkan mampu melindungi virion
NPV dari faktor lingkungan sekaligus meningkatkan karakteristik fisik formulasi
sehingga lebih stabil dan aplikatif sebagai bioinsektisida.
Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
non faktorial dengan variabel formulasi NPV (kontrol, NPV tanpa enkapsulasi,
NPV dengan enkapsulasi). Parameter yang diamati yaitu persentase mortalitas larva
S. litura dan kecepatan kematian LT₅₀. Data dianalisis menggunakan ANOVA
dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji DMRT.
Karakterisasi formulasi dilakukan menggunakan Particle Size Analyzer
(PSA), zeta potensial, Scanning Electron Microscope (SEM), dan Transmission
Electron Microscope (TEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa NPV
terenkapsulasi membentuk partikel berskala nano dengan ukuran berkisar 20-40 nm
dan distribusi yang relatif homogen. Nilai zeta potensial mengindikasikan
kestabilan muatan permukaan yang cukup baik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan NPV, baik tanpa maupun
dengan enkapsulasi, mampu menyebabkan mortalitas tinggi pada larva uji,
sedangkan perlakuan kontrol tidak menunjukkan kematian. Analisis LT₅₀
menunjukkan bahwa NPV tanpa enkapsulasi memiliki kecepatan kematian yang
lebih cepat dengan waktu 4 hari, namun NPV terenkapsulasi tetap menunjukkan
kemampuan infeksi yang efektif dengan mortalitas akhir yang tinggi.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi NPV
menggunakan kitosan mampu meningkatkan karakteristik fisik dan stabilitas
formulasi tanpa menurunkan efektivitas biologisnya. Formulasi NPV
terenkapsulasi berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bioinsektisida yang
lebih tahan terhadap faktor lingkungan
Description
Reupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
