Elastisitas Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2011-2018
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Dalam berbagai kajian ilmiah, pembangunan ekonomi seringkali dikaitkan
dengan pertumbuhan ekonomi (economic growth). Pembangunan ekonomi adalah
suatu proses yang bersifat multidimensional yang melibatkan seluruh perubahan
besar, baik terhadap perubahan struktur ekonomi, perubahaan sosial, mengurangi
kemiskinan, mengurangi ketimpangan (disparitas) dan pengangguran (Todaro &
Smith, 2014:113). Pembangunan ekonomi sendiri merupakan serangkaian usaha
pada suatu perekonomian untuk mengembangkan kegiatan ekonominya dengan
tujuan menciptakan infrastruktur lebih banyak tersedia. Tujuan pembangunan
ekonomi yang dilakukan oleh setiap negara adalah untuk menciptakan
pembangunan yang dapat dirasakan secara menyeluruh oleh tiap masyarakat,
yakni dengan perusahaan semakin banyak dan berkembang, taraf pendidikan
semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat. Sehingga diharapkan
kedepannya kesempatan kerja bertambah, tingkat pendidikan meningkat dan
kemakmuran masyarakat menjadi semakin tinggi sebagai akibat dari
meningkatnya pendapatan.
Indonesia sebagai negara berpendudukan terbesar ke lima didunia, dengan
jumlah penduduk sekitar kurang lebih 265,0 juta jiwa pada tahun 2018, hal ini
menunjukkan bahwa indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya
manusia besar sehingga berpotensi untuk menggerakkan pembangunan di negara
indonesia. Namun sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang
besar dapat pula menjadi masalah tersendiri bagi Indonesia. Masalah
ketenagakerjaan yang dihadapi oleh Indonesia salah satunya adalah pesatnya
peningkatan jumlah angkatan kerja, ketika peningkatan angkatan kerja
menunjukkan bahwa penawaran tenaga kerja di pasar kerja bertambah, namun
penawaran tenaga kerja yang bertambah tidak selalu diimbangi dengan
permintaan tenaga kerja yang mampu menyerap angkatan kerja tersebut, sehingga
bisa mengakibatkan terjadinya pengangguran.
Studi ini meneliti tentang elastisitas upah minimum provinsi dan produk
domestik regional bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun 2011-2018. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), buku literatur, jurnal penelitian
terdahulu, serta lembaga instansi lain yang terkait sebagai pendukung dalam
penelitian ini. Sedangkan dalam metode yang digunakan adalah metode analisis
regresi data panel dengan bantuan software Eviews-9. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui seberapa besar tingkat elastisitas upah minimum provinsi dn produk
domestik regional bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia tahun
2011-2018. Penelitian ini menggunakan metode Fixed Effect Model. Uji statistik
menggunakan koefisien determinan (R2), pengujian simultan (Uji F), dan
Pengujian Parsial (Uji-t), dan uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas.
Hasil Penelitian ini yaitu, elastisitas upah minimum cenderung masuk
dalam kategori inelastis dan berpengaruh tidak signifikan dengan nilai probabilitas
sebesar 0.0603 lebih besar dari tingkat signifikansinya yaitu 0,05 (α = 5%).
Elastisitas produk domestik regional bruto cenderung masuk dalam kategori
inelastis positif dan berpengaruh signifikan dengan nilai probabilitas sebesar
0.0000 lebih kecil dari tingkat signifikannya yaitu 0,05 (α = 5%). Perbandingan
elastisitas upah minimum provinsi (UMP) dan produk domestik regional bruto
(PDRB) cenderung banyak masuk dalam zona 3 dan zona 4.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah elastisitas upah minimum provinsi
dan produk domestik regional bruto terhadap penyerapan tenaga kerja cenderung
masuk dalam kategori inelastis. Artinya pertambahan upah minimum provinsi dan
produk domestik regional bruto masih tergolong kurang optimal dalam
penyerapan tenaga kerja.
Description
Reupload file repository 6 April 2026_Rudy/Halima
