engaruh Campuran Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Bawang Merah (Allium ascalonicum) terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperurisemia serta Pemanfaatannya sebagai Leaflet

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) banyak ditemukan di lingkungan sekitar dan mengandung banyak senyawa bioaktif yang memiliki potensi baik untuk kesehatan (Devi et al., 2023). Daun kelor umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi dan memiliki efek samping yang rendah. Kandungan flavonoid dan tanin yang terdapat pada daun kelor dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kadar asam urat pada tikus putih (Lanuari, 2022). Bawang merah (Allium ascalonicum) adalah salah satu bahan dapur umum yang juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan digunakan sebagai obat herbal. Senyawa aktif dalam umbi bawang merah berperan dalam menetralkan zat-zat toksik yang berbahaya dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Kandungan flavonoid berupa quercetin yang ditemukan dalam bawang merah dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan cara menghambat metabolisme purin, yang berperan dalam produksi asam urat dalam tubuh (Tutik, 2019). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh campuran ekstrak daun kelor dan bawang merah terhadap kadar asam urat pada tikus putih, dosis campuran ekstrak daun kelor dan bawang merah yang paling efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih, dan mengetahui apakah leaflet yang telah dibuat dari hasil penelitian layak sebagai sumber informasi masyarakat umum. Leaflet divalidais oleh 1 dosen ahli materi, 1 dosen ahli media dan 1 ahli pengguna dari masyarakat umum untuk menguji kelayakan leaflet dapat dijadikan sebagai sumber informasi masyarakat umum. Penelitian yang dilakukan yaitu penelitian eksperimental laboratoris untuk mengetahui pengaruh campuran ekstrak daun kelor dan bawang merah dalam menurunkan kadar asam urat tikus putih. Penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2024. Penelitian yang dilakukan, menggunakan hewan uji berupa tikus putih berjenis kelamin jantan, usia 2-3 bulan, berat badan 150-200 gram, dan tidak cacat fisik. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 4 ekor dengan 6 kelompok perlakuan, yakni pada kelompok kontrol normal sebagai pembanding, tikus tidak diberi perlakuan. Pada kelompok perlakuan kontrol negatif diberikan aquades, kelompok kontrol positif diberikan allopurinol 5mg/kgBB, kelompok perlakuan 1 diberikan ekstrak dengan dosis 70mg/kgBB, kelompok perlakuan 2 diberikan ekstrak dengan dosis 140mg/kgBB, dan kelompok perlakuan 3 diberi ekstrak dengan dosis 280mg/kgBB. Masa aklimatisasi selama 7 hari kemudian dilakukan pengukuran kadar asam urat darah awal (hari ke-7). Perlakuan yang selanjutnya yaitu pemberian pakan tinggi lemak dengan menggunakan alat sonde selama 7 hari kemudian melakukan pengukuran kadar asam urat. Pada hari ke-14 dilakukanpengukuran kadar asam urat pada tikus. Pemberian ekstrak pada hari ke 14 dengan dosis yang telah ditentukan menggunakan alat sonde selama 7 hari. Pada hari ke- 21 dilakukan pengukuran kadar asam urat kembali. Hasil uji kadar asam urat menunjukkan bahwa campuran ekstrak daun kelor dan bawang merah efektif dalam menurunkan kadar asam urat. Pada hari ke-14 setelah diberikan induksi pakan tinggi lemak, kadar asam urat tikus putih pada seluruh kelompok perlakuan mengalami kondisi hiperurisemia. Setelah diberi perlakuan terapi, seluruh kelompok perlakuan mengalami penurunan kadra asam urat. Penurunan paling banyak di tunjukkan pada kelompok perlakuan P3 dengan dosis ekstrak 280mg/kgBB kemudian disusul dengan kelompok perlakuan P2 dengan dosis ekstrak sebesar 140mg/kgBB, dan penurunan terendah pada kelompok perlakuan P1 dengan dosis ekstrak sebesar 70mg/kgBB. Hasil dari penelitian ini dituangakn dalam bentuk leaflet. Hasil uji validasi leaflet dengan judul "Potensi Daun Kelor dan Bawang Merah terhadap Penurunan Kadar Asam Urat" yang telah divalidasi oleh 3 validator yaitu 2 Dosen Pendidikan Biologi sebagai ahli materi dan ahli media serta 1 masyarakat umum sebagai pengguna. Nilai rerata yang diperoleh sebesar 84,8% dari 100% dengan kategori baik sehingga leaflet yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh masyarakat umum.

Description

Reupload file repository 4 Februari 2026_Arif/Halima

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By