Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Variabel Makroekonomi Terhadap Inklusi Keuangan di Asean-4

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Abstract

Inklusi keuangan menjadi isu strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan ASEAN-4, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M2), literasi keuangan, dan teknologi keuangan terhadap inklusi keuangan di ASEAN-4 selama periode 2011-2023. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan mengadopsi analisis regresi data panel. Variabel dependen yang digunakan adalah inklusi keuangan, sedangkan variabel independennya meliputi jumlah uang beredar, literasi keuangan, dan teknologi keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan inklusi keuangan, khususnya melalui peningkatan likuiditas dan perluasan akses ke layanan keuangan formal. Literasi keuangan juga berperan penting dalam mendukung pemanfaatan layanan keuangan, terutama di negara-negara dengan tingkat pendidikan tinggi seperti Malaysia dan Indonesia. Selain itu, teknologi keuangan terbukti menjadi pendorong utama inklusi keuangan di kawasan ini, dengan inovasi-inovasi seperti QRIS, PromptPay, dan GCash yang berhasil menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Penelitian ini mendukung teori kuantitas uang Fisher (1911), teori akselerator keuangan serta teori asimetri informasi Stiglitz (1976).

Description

Repo 14 April 2026_ Rudy K

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By