Adsorpsi Nitrat Menggunakan Biochar Kulit Buah Kakao Teraktivasi H3PO4 dengan Variasi Dosis Adsorben, pH, dan Konsentrasi Adsorbat
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kulit buah kakao merupakan salah satu biomassa lignoselulosa dengan
kandungan selulosa 35%, hemiselulosa 11%, dan lignin 14,6%. Berdasarkan
kandungan tersebut, biomassa kulit buah kakao dapat dikonversi menjadi biochar.
Biochar merupakan karbon yang dihasilkan dari konversi biomassa melalui proses
dekomposisi termal dalam keadaan oksigen terbatas (pirolisis). Salah satu aplikasi
biochar adalah sebagai adsorben untuk menyerap polutan baik organik maupun
anorganik di lingkungan perairan. Berdasarkan porositas dan gugus fungsi di
permukaannya, biochar memiliki kemampuan adsorpsi yang baik, namun perlu
ditingkatkan kapasitas adosorpsinya. Peningkatan kapasitas adsorpsi untuk
mengadsorp nitrat dapat dilakukan melalui proses aktivasi menggunakan zat
aktivator berupa asam atau basa. Penelitian ini bertujuan untuk mengaktivasi
biochar menggunakan H3PO4 dan mengkaji sifat adsorpsinya terhadap ion nitrat.
Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap diantaranya, pembuatan
biochar, aktivasi dan karakterisasi biochar, serta studi adsorpsi terhadap ion nitrat.
Pada tahap pembuatan biochar dilakukan menggunakan metode pirolisis lambat
(200-480
oC) selama 4 jam. Tahap aktivasi dilakukan menggunakan larutan H3PO4
30% dengan perendaman selama 9 jam, kemudian dinetralkan dan karbonisasi pada
suhu 575oC selama 1 jam menggunakan furnace. Biocharteraktivasi yang diperoleh
kemudian dikarakterisasi secara fisikokimia seperti penentuan rendemen, kadar air,
kadar abu, bilangan iodin dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Tahap
terakhir yaitu studi adsorpsi biochar teraktivasi terhadap ion nitrat menggunakan
metode batch. Variabel studi adsorpsi yang dianalisis yaitu dosis adsorben (2, 4, 6,
8, 10 g/L), pH larutan adsorbat (3, 5, 7), dan konsentrasi awal nitrat (25, 30, 35, 40,
45, dan 50 ppm). Proses adsorpsi dianalisis menggunakan metode brusin dan diukur
absorbansinya dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 405 nm.
Hasil yang diperoleh dari tahap pembuatan biochar yaitu didapatkan
rendemen sebesar 45,304% dan secara fisik perubahan warna terjadi dari biomassa
yang berwarna keokelatan menjadi biochar yang berwarna hitam. Parameter
fisikokimia lainnya dari biochar yaitu didapatkan kadar air sebesar 8,882%, kadar
abu 25,090%, dan bilangan iodin 563,324 mg/g. Analisis gugus fungsi
menunjukkan bahwa biochar memiliki gugus aktif berupa -COOH, C=O, -OH, dan
C-O-C. Hasil karakterisasi dari biochar teraktivasi yaitu didapatkan rendemen
sebesar 62,729%, kadar air 1,294%, kadar abu 6,565%, dan bilangan iodin 946,18
mg/g, dan hasil tersebut telah memenuhi persyaratan biochar teraktivasi menurut
SNI. Analisis gugus fungsi biochar teraktivasi mengkonfirmasi terjadinya
perubahan gugus fungsi dari biochar setelah proses aktivasi. Hasil menunjukkan
bahwa terbentuk gugus fosfat (P=O) dari hasil aktivasi dan beberapa gugus lainnya
seperti -OH, -CO, C=C yang berkontribusi terhadap peningkatan adsorpsi. Studi
adsorpsi biochar teraktivasi yang dilakukan dengan beberapa variabel
menunjukkan bahwa kondisi optimum tercapai ketika efisiensi adsorpsi maksimum
telah didapatkan. Dosis optimum tercapai pada dosis 2 g/Ldengan efisiensi adsorpsi
sebesar 63,702%, pH 5 dengan efisiensi adsorpsi sebesar 70,085%, dan konsentrasi
awal 50 ppm dengan efisiensi adsorpsi sebesar 68,88%. Penelitian ini berpotensi
untuk pengembangan lebih lanjut pada analisis luas permukaan (BET), morfologi
(SEM) dan analisis komprehensif yang mencakup model isotherm, kinetika, dan
termodinamika adsorpsi.
Description
Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
