Disillusionment Arc pada Perubahan Karakter Paul Baumer dalam Film All Quiet On The Western Front (2022)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Skripsi ini membahas tentang analisis perubahan karakter Paul Bäumer
dalam film All Quiet on the Western Front (2022) dengan menggunakan kombinasi teori struktur tiga babak dari Tzvetan Todorov dan konsep Disillusionment Arc dari K.M. Weiland. Film yang disutradarai Edward Berger ini merupakan adaptasi dari novel karya Erich Maria Remarque yang bergenre antiperang, dan berfokus pada perjalanan emosional serta transformasi karakter Paul sebagai tokoh utama dari awal hingga akhir cerita.
Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menjelaskan
bagaimana busur karakter Disillusionment Arc dibentuk melalui analisis urutan
peristiwa struktur tiga babak Todorov, yang menampilkan variasi struktur
condensed equilibrium. Analisis bertujuan menjawab bagaimana perubahan
karakter Paul disusun secara bertahap melalui sepuluh momen utama
Disillusionment Arc, yaitu: Hook, Inciting Event, First Plot Point, First Pinch Point,
Second Plot Point (Midpoint), Second Pinch Point, Third Plot Point, Climax,
Climactic Moment, dan Resolution. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Teknik yang digunakan
meliputi observasi terhadap narasi visual film, analisis struktur cerita, dan kajian
pustaka untuk memperkuat landasan teoretis. Analisis dilakukan dengan
mengidentifikasi momen-momen naratif yang relevan dan mendukung transformasi karakter Paul dalam kerangka teori yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara struktur tiga babak
Todorov dan Disillusionment Arc dapat mengarahkan identifikasi terhadap
peristiwa-peristiwa penting yang menandai bagaimana terbentuknya proses
perubahan karakter Paul. Pada awalnya, Paul digambarkan sebagai pemuda Jerman yang idealis, tertarik menjadi prajurit perang karena propaganda nasionalis yang menjanjikan kehormatan dan kejayaan. Seiring waktu Paul dihadapkan pada kenyataan brutal perang yang merenggut nyawa teman-temannya satu-persatu dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Paul menyadari absurditas konflik perang dan para pemegang kekuasaan memperlakukan prajurit sebagai alat. Proses ini membawa Paul pada konflik batin antara kepercayaan lamanya dan realitas yang dihadapinya dan mengubahnya menjadi sosok yang kecewa, hampa, dan putus asa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Disillusionment Arc dari
Weiland secara efektif memperlihatkan proses transformasi karakter Paul dalam
film All Quiet on the Western Front (2022). Arc ini menggambarkan dengan tajam kehancuran idealisme akibat pengalaman traumatis di medan perang. Sementara itu, struktur tiga babak Todorov memberikan kerangka naratif yang kokoh dalam menelusuri perubahan ini secara kronologis dan logis. Pada akhirnya, Paul Bäumer tidak hanya mengalami perubahan psikologis, tetapi juga ideologis, menjadikannya representasi yang kuat dari kritik terhadap propaganda militer dan absurditas perang itu sendiri.
Description
Reuploud file repositori 9 Feb 2026_Firli
