Perencanaan Peledakan Bawah Tanah Berdasarkan Klasifikasi RMR Pada Stope Elevasi 548
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian ini difokuskan pada penyusunan perencanaan peledakan bawah tanah yang presisi pada stope elevasi 548, dengan pendekatan utama menggunakan klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) untuk menyesuaikan parameter teknis terhadap variasi kondisi massa batuan aktual. Proses pengerjaan diawali dengan karakterisasi massa batuan secara sistematis menggunakan sistem klasifikasi RMR Bieniawski (1989), yang mencakup penilaian terhadap enam parameter geomekanik utama. Data parameter tersebut diperoleh melalui serangkaian kegiatan pengumpulan data sekunder, seperti perhitungan persentase inti bor utuh, pengujian laboratorium untuk Uniaxial Compressive Strength (UCS), serta pemetaan langsung (scanline mapping) terhadap struktur batuan pada area face penambangan. Berdasarkan analisis terhadap 10 segmen kemajuan penggalian dengan ratarata panjang kemajuan sebesar 2,5 meter per segmen, massa batuan di lokasi penelitian diklasifikasikan ke dalam tiga kelas kualitas: Kelas I (very good rock) dengan rentang nilai RMR 81–100, Kelas II (good rock) dengan nilai 61–80, dan Kelas III (fair rock) dengan nilai 41–60. Klasifikasi ini menjadi acuan utama dalam menentukan geometri peledakan yang spesifik. Desain peledakan dirancang menggunakan metode burn cut yang dikombinasikan dengan teknik smooth blasting pada bagian roof dan wall untuk menghasilkan kontur bukaan yang rata, dengan target meminimalkan kerusakan batuan di luar batas galian (overbreak) hingga di bawah 10%. Pengerjaan desain peledakan dilakukan dengan menyesuaikan parameter geometri secara spesifik untuk setiap kelas RMR. Untuk batuan Kelas III yang memiliki kondisi lebih lemah, nilai burden ditetapkan sebesar 1,2–1,5 meter dengan spasi 1,4–1,6 meter guna menjaga stabilitas, sedangkan pada batuan Kelas I, nilai burden dapat ditingkatkan hingga 1,8 meter untuk memaksimalkan efisiensi energi. Dalam pola penyalaan, digunakan sistem waktu tunda (delay) yang diatur dengan selisih waktu 21–196 milidetik antar lubang ledak untuk mengoptimalkan pembentukan bidang bebas. Khusus untuk kelas RMR III, diterapkan metode double step blasting dengan membagi inisiasi menjadi dua tahap guna meminimalisir getaran peledakan yang ditunjukkan oleh estimasi nilai Peak Particle Velocity (PPV) agar tetap berada di bawah ambang batas aman operasional. Tahap akhir pengerjaan melibatkan perhitungan kebutuhan bahan peledak jenis ANFO. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan spesifik bahan peledak sebesar 66,74 kg hingga 69,14 kg yang disesuaikan dengan tingkat kekerasan massa batuan. Seluruh tahapan tersebut, mulai dari karakterisasi batuan, penentuan geometri, perancangan pola penyalaan, hingga perhitungan kebutuhan bahan peledak, diintegrasikan untuk memastikan pencapaian target produksi yang optimal pada stope elevasi 548 dengan mengedepankan efisiensi operasional dan standar keselamatan kerja yang ketat
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 12 Agustus 2026_Kholif Basri
