Profiling Metabolit Sekunder Kunyit Putih (Curcuma Zedoaria) Dengan Metode Spektroskopi Nir-Kemometrik Dan Profiling Dna Berdasarkan Marka Issr
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Kunyit putih (Curcuma zedoaria) merupakan tanaman obat dari famili Zingiberaceae yang memiliki sejumlah aktivitas farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Kunyit putih telah dimanfaatkan dalam pengobatan secara tradisional dan telah diformulasikan menjadi produk obat bahan alam kategori jamu tertentu.
Untuk memenuhi peryaratan mutu, autentikasi menjadi upaya pertama untuk mengendalikan mutu tanaman yang akan digunakan sebagai bahan baku obat bahan alam. Autentikasi dapat dilakukan melalui melalui berbagai macam metode yang meliputi pemeriksaan morfologi dan anatomi, analisis sidik jari/profil kimia, dan analisis molekuler. Genus Curcuma memiliki karakter morfologi daun dan rimpang yang sangat umum. Hal tersebut menyebabkan autentikasi secara morfologi dan anatomi tidak cukup dalam mengidentifikasi tanaman obat. Oleh karena itu, dibutuhkan metode autentikasi melalui pendekatan lainnya, seperti profiling kimia dan profilling DNA untuk memberikan data ilmiah tambahan terkait standarisasi tanaman obat yang lebih komprehensif
Data ilmiah berupa profil metabolit sekunder dan profil molekuler yang mendukung standarisasi mutu kunyit putih menjadi tantangan dalam pengendalian mutu kunyit putih sebagai bahan baku obat alam. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil metabolit sekunder dan profil DNA sebagai data ilmiah penunjang dalam autentikasi dan standarisasi kunyit putih yang diperoleh di Jawa Timur, Indonesia.
Sebanyak 10 sampel kunyit putih diambil dari 10 lokasi berbeda, yaitu Kaliwates (KP-1), Rambipuji (KP-2), Mayang (KP-3), Candi (KP-4), Purwoharjo (KP-5), Rejoagung (KP-6), Padang (KP-7), Glenmore (KP-8), Lumajang (KP-9), dan Licin (KP-10). Simplisia rimpang digunakan untuk profiling metabolit sekunder, sedangkan daun muda pada tangkai pertama digunakan untuk profiling
DNA. Pengambilan data spektrum dari 10 sampel dilakukan dengan spektroskopi NIR-kemometrik pada panjang gelombang 850 – 2000 nm. Pre-treatment dilakukan pada data spektrum dengan metode MSC. Selanjutnya, data hasil pre-treatment dianalisis dengan software The Unscrambler X 10.4 menggunakan metode PCA. Untuk profiling DNA, dilakukan isolasi DNA dengan metode CTAB yang telah dimodifikasi. DNA yang telah ditentukan kadar dan kemurniannya diampifikasi dengan PCR menggunakan primer ISSR sebanyak 22 jenis yang dipilih secara acak. Hasil amplifikasi diubah menjadi data biner dan dianalisis dengan software NTSys-PC 2.02i menggunakan metode UPGMA.
Berdasarkan hasil analisis spektroskopi NIR-kemometrik melalui metode PCA, didapatkan profil metabolit sekunder kunyit putih pada grafik plot skor yang mengelompokkan 10 sampel menjadi 3 kelompok berdasarkan karakteristik spektrum kimia, yaitu kelompok I (KP-6 dan KP-10); kelompok II (KP-4), kelompok III (KP-3, 7, 9); dan kelompok IV (KP-1, 2, 5, 8). Sementara itu, berdasarkan hasil analisis PCR-ISSR, didapatkan 186 fragmen dari 19 primer ISSR yang berhasil mengamplifikasikan DNA sampel. Profil DNA yang dianalisis melalui metode UPGMA menghasilkan dendogram yang mengelompokkan 10 sampel menjadi 2 kelompok, yaitu klaster I (KP-1, 4, 9, 10, 7, 8, 2, dan 3) dan klaster II (KP-5 dan KP-6) dengan koefisien similiaritas seluruh sampel berkisar 0,451 – 0,881. Berdasarkan nilai koefisien similiaritasnya, sepuluh sampel kunyit putih yang yang diperoleh di Jawa Timur pada penelitian ini memiliki variasi dalam kemiripan genetik.
Description
Reapluod Repositori File 26 Januari 2026_Kholif Basri
