Strategi Pengembangan Jalur Pejalan Kaki berdasarkan Konsep Walkability pada Koridor Jalan Diponegoro Kota Salatiga
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kenyamanan jalur pejalan kaki merupakan aspek yang perlu diperhatikan
dalam penataan ruang perkotaan. Salah satu konsep yang berkembang dalam
perencanaan jalur pejalan kaki yaitu konsep walkability. Permasalahan yang umum
terjadi di perkotaan di Indonesia adalah aspek aspek terkait walkability masih
diabaikan. Jalan Diponegoro merupakan jalan utama untuk menuju pusat kota
dilengkapi dengan jalur pejalan kaki. Jalan Diponegoro memiliki peran penting
dalam mendukung kegiatan masyarakat dan perkembangan kota dikarenakan
berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW) Salatiga Tahun 2023-2043
termasuk ke dalam dua kawasan strategis, yaitu dari sudut kepentingan
pertumbuhan ekonomi serta dari sudut kepentingan sosial dan budaya. Namun,
pada kondisi eksisting menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki di Jalan Diponegoro
masih belum sesuai dengan rencana pada RTRW dan RDTR Kota Salatiga. Terdapat
permasalahan pada Koridor Jalan Diponegoro yaitu, kondisi dan ketersediaan jalur
pejalan kaki di koridor Jalan Diponegoro memiliki kualitas fisik yang tidak layak,
dengan trotoar yang kotor, rusak, bahkan terdapat trotoar yang hilang sehingga
hanya beralaskan tanah.
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis Global Walkability
Index untuk mengetahui tingkat walkability pada Koridor Jalan Diponegoro,
Customer Satisfacion Index untuk mengetahui kepuasan pengguna jalur pejalan
kaki tentang kualitas pedestrian pada Koridor Jalan Diponegoro dan analisis
triangulasi untuk merumuskan strategi pengembangan pada jalur pejalan kaki
Koridor Jalan Diponegoro dengan sumber yang digunakan yaitu, kondisi eksisting
dan ketersediaan fasilitas jalur pejalan kaki di Koridor Jalan Diponegoro, hasil
analisis dari Global Walkability Index dan Customer Satisfacion Index yang sudah
di skoring menggunakan spider plot serta studi literatur mengenai kebijakan jalur
pejalan kaki.
Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata Global Walkability Index pada
Koridor Jalan Diponegoro sebesar 56,16 yang termasuk dalam kategori waiting to
walk. Pada Segmen 1 diperoleh nilai sebesar 68,03 dan pada Segmen 2 sebesar 64,59, di mana keduanya berada dalam kategori waiting to walk. Sementara itu,
Segmen 3 memperoleh nilai 35,88 yang termasuk dalam kategori not walkable.
Nilai rata-rata Customer Satisfacion Index pada Koridor Jalan Diponegoro sebesar
60,16 yang termasuk dalam kategori cukup puas. Pada segmen 1 diperoleh nilai
sebesar 72,80 dan pada segmen 2 sebesar 70,87, dimana keduanya berada pada
kategori puas. Sementara itu, Segmen 3 memperoleh nilai sebesar 36,81 yang
termasuk dalam kategori kurang puas. Hasil perhitungan perbandingan Global
Walkability Index dan Customer Satisfaction Index serta studi literatur diperoleh
tiga strategi prioritas pada masing-masing segmen. Pada segmen 1 variabel prioritas
yaitu, keamanan dalam menyeberang, hambatan atau kendala dan fasilitas
disabilitas. Selanjutnya, pada segmen 2 variabel prioritas yaitu, keamanan dalam
menyeberang, hambatan atau kendala dan fasilitas penyeberangan. Sedangkan pada
segmen 3 variabel prioritas yaitu, konflik jalur pejalan kaki dengan moda
transportasi lain, fasilitas disabilitas dan fasilitas pendukung.
Description
Validasi file repositori 12 Mei 2026_Magang SP (Ulum)_Firli
