Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis STEM Terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Pada Materi IPAS

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Tantangan pendidikan pada saat ini lebih sulit dibanding pendidikan pada masa lalu. Pendidikan abad 21 menuntut setiap individu memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif. Pendidikan kali ini difokuskan agar siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif yang dimulai dari dalam kelas. Hal tersebut dikarenakan berpikir kreatif merupakan kemampuan dalam mendapatkan ide dan gagasan yang bersifat orisinal. Dengan memiliki kemampuan berpikir kreatif maka siswa akan menjadi insan yang tidak mudah putus asa dalam menemukan solusi dari setiap permasalahan. Kemampuan berpikir kreatif harus sering distimulasikan kepada siswa, karena sejatinya setiap kehidupan pasti ada permasalahan. Dengan memiliki kemampuan berpikir kreatif, soal yang sulit akan mudah dipecahkan oleh siswa sehingga capaian hasil belajar akan meningkat dan tujuan pembelajaran akan tercapai. Dalam PISA (Programme for International Student Asessment) 2022 rata-rata skor siswa di Indonesia dalam bidang IPA 102 poin lebih rendah dari negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Hal tersebut akan menjadi sebuah tantangan bagi pendidikan di negara kita. Banyak hal yang harus diperbaiki agar hasil belajar siswa menjadi meningkat. Pembelajaran yang dirasa sesuai diterapkan untuk memantik kemampuan berpikir kreatif siswa terutama hasil belajar mereka adalah pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah biasa disebut dengan problem based learning. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah dengan berpikir kritis, bersikap mandiri dan dapat bekerja sama dengan tim. Pembelajaran ini sangat sesuai jika diintegrasikan dengan pembelajaran STEM. Pendekatan STEM merupakan sebuah pendekatan yang terintegrasi terhadap sains, teknologi, enjinering dan juga matematika dalam penyelesaian masalah di kehidupan nyata. STEM mendorong siswa menggunakan teknologi sederhana dalam membuat rancangan, mengembangkan dan dapat meningkatkan operasi kognitif dalam menerapkan pengetahuan. Menjadi celah untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dan berdampak positif terhadap keterampilan abad 21. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran problem based learning berbasis STEM dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian kuantitatif eksperimen dilakukan untuk menguji keefektifan variabel eksperimen. Metode yang akan digunakan yaitu quasi eksperimen design atau eksperimen semu. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VI sekolah dasar. Sampel yang digunakan 2 kelas yang terdiri dari 20 siswa kelas kontrol, 20 siswa kelas eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Hasil penghitungan uji hipotesis hasil belajar memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar < 0,001 yaitu kurang dari 0,05 berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil uji hipotesis berpikir kreatif diketahui nilai signifikansi sig.2-tailed siswa dari kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sig.2-tailed < 0,001 dan < dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa dari nilai tersebut Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data asumsi nilai uji independent sampel t-test hasil belajar dan berpikir kreatif siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem based learning berbasis STEM berpengaruh dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi IPAS.

Description

Reupload file repository 2 Februari 2026_Ratna

Keywords

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By