Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Back Analysis, Morgenstern Price, dan Finite Element Pada Longsoran Lereng Highwall PIT X
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK
Abstract
Aktivitas penambangan seperti penggalian batubara pada lereng dapat
mengubah besaran gaya-gaya yang bekerja pada lereng, sehingga mengganggu
kestabilannya dan berpotensi menimbulkan longsoran yang dapat menghambat
jalannya operasi penambangan. Kondisi lereng highwall Pit x mengalami kegagalan
yang terjadi selama dua kali yang terletak di area utara dan selatan. Lereng highwall
Pit X telah dirancang sesuai dengan rekomendasi dan hasil kajian geoteknik
sebelumnya, yang menunjukkan nilai Faktor Keamanan (FK) ≥ 1,2. Meskipun
demikian, lereng tersebut tetap mengalami dua kali kejadian longsor dan
memerlukan tindak lanjut penanganan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor
keamanan dari lereng aktual maupun desain awal highwall Pit X. Penelitian ini juga
menganalisis hasil nilai FK dari Limit Equlibrium Method (LEM), Finite Element
Method (FEM, dan analisis kinematik untuk mengetahui jenis dan potensi longsoran
yang terjadi di area highwall. Penelitian ini akan memberikan rekomendasi
geometri lereng berdasarkan hasil analisis sebelumnya sesuai dengan kriteria FK
Kepmen ESDM RI No. 1827 K/30/MEM/2018.
Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang meliputi data mekanik
material, data geologi material, geometri lereng, dan data diskontinuitas. Data
tersebut diolah untuk melakukan beberapa analisis, yaitu Limit Equilibrium Method
(LEM) untuk mendapatkan nilai faktor keamanan, Finite Element Method (FEM)
untuk mendapatkan nilai Strength Reduction Factor (SRF) dan Total displacement,
serta analisis kinematik menggunakan data diskontinuitas untuk mendapatkan jenis
dan potensi longsoran yang terjadi di area highwall. Penelitian ini dilakukan pada
area highwall Pit x bagian utara dan selatan. Longsoran terjadi pada RL 165 – RL
142 di area utara dan RL 142 – RL 110 di area selatan. Penyebab utama deformasi
yang menyebabkan kelongsoran di area highwall utara dan selatan adalah timbunan
yang terletak diatas lereng tersebut, maka dari itu dalam analisis kestabilan lereng
ditambahkan pembebanan secara merata sesuai dengan tinggi timbunan tersebut.
Lereng highwall utara memiliki nilai FK 1,035 dan nilai desain awal dari
lereng tersebut memiliki nilai FK 0,912 setelah ditambah pembebanan sebesar 200
kPa. Lereng highwall selatan memiliki nilai FK sebesar 0,825 dan desain awal dari
lereng tersebut memiliki nilai FK 0,812. Analisis FEM untuk lereng highwall utara
memiliki nilai SRF 0,67 dan total displacement 0,64 meter, nilai desain awal dari
lereng tersebut memiliki nilai SRF 0,47 dan total displacement 2,4 meter. Lereng
highwall selatan memiliki nilai SRF sebesar 1,01 dan total displacement 1,2 meter,
desain awal dari lereng tersebut memiliki nilai SRF 0,93 dan total displacement 9
meter. Hasil analisis kinematik menyatakan bahwasanya tipe longsoran highwall
utara yaitu longsoran planar dengan presentase 100% sedangkan tipe longsoran
highwall selatan yaitu longsoran baji dengan presentase 100%. Dari hasil nilai
vii
faktor keamanan dapat dikatakan bahwasanya lereng highwall utara dan selatan
baik aktual maupun desain tidak sesuai dengan kriteria Faktor Keamanan Kepmen
ESDM RI No. 1827 K/30/MEM/2018. Maka dari itu perlu dilakukannya analisis
balik dan rekomendasi geometri lereng.
Description
Reuploud Repository Hasyim Mei 2026
Validasi file repositori 15 Juni_Magang SP Farah_Firli
