Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami Padi dan Dosis Pupuk Kalsium Nitrat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman hortikultura semusim
dan tergolong sayuran rempah yang menjadi salah satu komoditas unggulan di
Indonesia. Namun, produktivitasnya cenderung menurun akibat beberapa kendala,
antara lain teknik budidaya yang belum optimal, penggunaan benih yang kurang
berkualitas, dan kesalahan dalam pemupukan. Selain itu, limbah pertanian berupa
mulsa jerami padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh ketebalan mulsa jerami padi dan dosis pupuk kalsium
nitrat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan
di Kota Pasuruan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
faktor yaitu ketebalan mulsa jerami padi (0, 2, 4, dan 5 cm) dan dosis pupuk kalsium
nitrat (0, 5, dan 10 g/polybag) yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali.
Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara kedua perlakuan
terhadap tinggi tanaman dan berat umbi kering. Kombinasi kalsium nitrat 10
g/polybag dan mulsa 4 cm menghasilkan tanaman tertinggi, sedangkan kombinasi
kalsium nitrat 5 g/polybag dan mulsa 5 cm menghasilkan berat umbi kering
tertinggi. Dosis kalsium nitrat secara signifikan mempengaruhi diameter umbi dan
potensi hasil, sedangkan ketebalan mulsa secara signifikan mempengaruhi jumlah
daun. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik budidaya yang tepat melalui
pengelolaan mulsa dan pemupukan dapat meningkatkan produktivitas bawang
merah sekaligus mengurangi limbah pertanian.
Description
Entry oleh Arif 2026 Maret 27
