Analisis Majas Dalam Puisi Anak Sang Surya Karya Lia Maylani Hendriyanti Sebagai Alternatif Bahan Ajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Rendahnya minat peserta didik terhadap pembelajaran sastra, khususnya puisi, serta kesulitan dalam memahami makna kiasan menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik cenderung memahami puisi secara harfiah dan belum mampu menangkap makna tersirat yang terkandung di dalamnya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan puisi anak sebagai bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik perkembangan bahasa peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis majas dalam puisi anak Sang Surya karya Lia Maylani Hendriyanti, mendeskripsikan kesesuaiannya sebagai alternatif bahan ajar, serta mendeskripsikan fungsi majas dalam pembelajaran puisi anak di kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) model Krippendorff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis majas yang dominan, yaitu 39 majas personifikasi, 9 majas metafora, dan 10 majas hiperbola. Puisi anak Sang Surya dapat dijadikan alternatif bahan ajar bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar karena menggunakan bahasa yang sederhana, tema yang dekat dengan kehidupan anak, dan selaras dengan Capaian Pembelajaran Fase B. Selain itu, majas dalam puisi berfungsi untuk memperindah bahasa, membantu pemahaman makna kiasan, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap karya sastra. Berdasarkan hasil penelitian, puisi anak Sang Surya layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam bentuk LKPD pada pembelajaran puisi di sekolah dasar.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 29Juni 2026_Kholif Basri
