Uji Sitotoksisitas Ekstrak Kulit Biji Kopi Robusta(Sebagai Kandidat Bahan Dasar Pasta Gigi) Terhadap Fibroblas Gingiva in Vitro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Kulit biji kopi robusta merupakan limbah dari proses pengolahan kopi yang
jumlahnya cukup besar dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,
sehingga berdampak pada peningkatan jumlah sampah organik. Penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa pasta gigi ekstrak kulit biji kopi robusta
memiliki kualitas yang setara dengan pasta gigi komersial, terutama dalam hal
homogenitas, pH, viskositas, kekasaran permukaan, dan daya hambat terhadap
bakteri Streptococcus mutans. Namun, belum ada penelitian yang menguji efek
sitotoksisitas ekstrak ini terhadap sel fibroblas gingiva, padahal biokompatibilitas
merupakan syarat utama bahan dalam kedokteran gigi.
Penelitian ini menggunakan ekstrak kulit biji kopi robusta yang diperoleh
melalui maserasi dengan etanol 96%. Selanjutnya, dilakukan uji sitotoksisitas
dengan metode MTT (Methyl Tiazolydiphenyl Tetrabromide) assay pada kultur sel
fibroblas gingiva. Uji MTT assay dilakukan terhadap beberapa konsentrasi
ekstrak kulit biji kopi robusta diperoleh melalui metode pengenceran serial
dilution, yaitu 125 μg/ml; 62,5 μg/ml; 31,25 μg/ml; 15,62 μg/ml; dan 7,81 μg/ml.
Dalam proses ini, untuk mendapatkan ekstrak yang di uji, ekstrak dilarutkan
dengan aquades. Na CMC pada penelitian ini digunakan sebagai pembanding
karena merupakan salah satu bahan utama dalam formulasi pasta gigi. Penilaian
viabilitas sel setelah uji MTT assay dilakukan untuk mengetahui tingkat
biokompatibilitas ekstrak tersebut sebagai bahan dasar produk kesehatan seperti
pasta gigi.
Kulit biji kopi robusta mengandung berbagai senyawa metabolit yang
memberikan manfaat tambahan pada pasta gigi, seperti mencegah kerusakan sel
akibat radikal bebas. Ekstrak kulit biji kopi robusta pada penelitian ini tidak bersifat sitotoksik terhadap sel fibroblas gingiva pada konsentrasi 62,5 μg/ml;
31,25 μg/ml; 15,62 μg/ml; dan 7,81μg/ml. Viabilitas sel fibroblas tetap tinggi
(umumnya di atas 90%) pada berbagai konsentrasi ekstrak yang diuji, hal ini dapat
terjadi karena adanya kandungan antioksidan salah satunya flavonoid. Flavonoid
tersebut dapat meningkatkan proliferasi serta mencegah kerusakan sel. Sementara
itu, konsentrasi 125 μg/ml bersifat toksik ringan (umumnya 60-90%).
Analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menunjukkan adanya
perbedaan signifikan antar kelompok sampel. Hasil uji Post Hoc LSD juga
menunjukkan bahwa perbedaan signifikan terjadi terutama pada konsentrasi 125
μg/ml dan 62,5 μg/ml jika dibandingkan dengan kontrol sel (p < 0,05). Dengan
demikian, ekstrak kulit biji kopi robusta dinyatakan tidak toksik dan dapat dipakai
sebagai kandidat bahan dasar pasta gigi pada konsentrasi di bawah 125 μg/ml.
Description
Reupload Repositori 26 januari 2026_Maya
