Analisis Pengaruh Telefarmasi Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Panti
| dc.contributor.author | Latifah Denta Setyawati | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-13T05:07:27Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-11 | |
| dc.description | Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026 | |
| dc.description.abstract | Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, baik di dunia maupun di Indonesia. Kondisi ini memerlukan pengelolaan jangka panjang yang optimal, terutama dalam hal kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Rendahnya tingkat kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat keberhasilan terapi serta meningkatkan risiko komplikasi. Untuk itu, diperlukan upaya intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien, salah satunya melalui layanan telefarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh telefarmasi terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Panti. Secara rinci, tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Panti; (2) menggambarkan profil kepatuhan pengobatan sebelum dan sesudah intervensi; dan (3) membandingkan tingkat kepatuhan pengobatan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental dan bersifat prospektif. Responden dalam penelitian berjumlah 60 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pengukuran kepatuhan dilakukan menggunakan kuesioner Hill-Bone Medication Adherence Scale versi bahasa Indonesia sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi mendapatkan layanan telefarmasi melalui media WhatsApp yang meliputi edukasi, pemantauan, dan pengingat pengobatan, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan kefarmasian standar. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia 41–60 tahun, berjenis kelamin perempuan, tidak bekerja, lama terdiagnosis lebih dari satu tahun, serta sebagian besar tidak memiliki penyakit penyerta. Profil kepatuhan menunjukkan bahwa sebelum intervensi masih terdapat pasien dengan kategori poor adherence. Setelah intervensi, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna, sedangkan kelompok intervensi mengalami peningkatan kepatuhan yang ditandai dengan penurunan skor kepatuhan dan meningkatnya jumlah pasien dalam kategori kepatuhan baik. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05), yang menandakan bahwa telefarmasi berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan telefarmasi efektif dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Panti. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas dalam mengembangkan layanan kefarmasian berbasis teknologi sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keberhasilan terapi pasien. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan metode intervensi yang lebih efektif dan komprehensif. | |
| dc.description.sponsorship | apt. Ika Norcahyanti, S. Farm., M. Sc. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13904 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | FAKULTAS FARMASI | |
| dc.subject | diabetes melitus tipe 2 | |
| dc.subject | kepatuhan pengobatan | |
| dc.subject | telefarmasi | |
| dc.subject | HillBone | |
| dc.subject | Puskesmas Panti | |
| dc.title | Analisis Pengaruh Telefarmasi Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Panti | |
| dc.type | Other |
