Hubungan Efikasi Diri dengan Status Kesehatan pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Penyakit jantung koroner sebagai pembunuh nomor satu di dunia, penyakit
ini mampu mengganggu segala aspek kehidupan baik fisik maupun psikis.
Manifestasi paling umum yang mendasari penyakit jantung koroner adalah adanya
angina dan infark miokard. Pasien kerap merasakan gejala nyeri khas pada dada
yang menyebar ke leher, rahang, telinga, lengan, dan pergelangan tangan, dan
mungkin ke tulang belikat, punggung, atau perut. Selain itu gejala lain yang juga
muncul yakni perasaaan sulit bernapas hingga mual. Adanya beban gejala yang
dirasakan pasien dapat berakibat pada keterbatasan fisik, penurunan kualitas
hidup, kegelisahan hingga depresi sehingga pasien sangat riskan untuk mengalami
penurunan kesehatan. Efikasi diri pada pasien penyakit jantung koroner
memainkan peran dalam perubahan perilaku. Keberadaan efikasi diri penting
letaknya dalam pengaturan perawatan penyakit jantung koroner karena sifatnya
yang berasal dari individu sendiri sebagai yang merasakan dampak penyakit. Hal
tersebut berkenaan dengan motivasi mencapai derajat kesehatan secara optimal
melalui keyakinan pasien untuk melakukan modifikasi perilaku manajemen
kesehatan yang baik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan efikasi diri
dengan status kesehatan pada pasien dengan penyakit jantung di RSD dr.
Soebandi Jember. Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 112 orang yang
merupakan pasien yang melakukan rawat jalan di Instalasi Poli Jantung RSD dr.
Soebandi Jember. Teknik yang dipakai dalam perekrutan responden yakni dengan
cara incidental sampling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik
observasional dengam pendekatan cross-sectional. Variabel yang diukur ada dua
variabel yakni efikasi diri menggunakan instrumen Kuesioner Cardiac Self Efficacy
(CSE) sedangkan variabel kedua yakni status kesehatan dengan
instrumen Seattle Angina Questionnaire (SAQ). Hasil pengukuran selanjutnya
dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rank test dengan nilai α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukan data berdistribusi normal dengan p = 0,085
pada variabel efikasi diri sedangkan variabel status kesehatan tidak berdistribusi
normal karena p = 0,010. Pengukuran variabel efikasi diri menunjukan hasil nilai
rata-rata efikasi diri pasien PJK menunjukan nilai sebesar 71,41 dengan deviasi
sebesar 5,45. Hasil tersebut menunjukan efikasi pasien PJK termasuk dalam
kategori baik. Sedangkan pengkuran pada variabel status kesehatan menunjukan
nilai rata-rata sebesar 79,6 yang menunjukan rata-rata pasien PJK memiliki status
kesehatan dalam kategori baik. Pada pengukuran diketahui bahwa indikator status
kesehatan dengan nilai rata-rata paling tinggi adalah beban gejala yakni sebsesar 89.
Sedangkan indikator dengan nilai rata-rata terendah adalah keterbatasan fisik
yakni sebesar 68,4. Hasil uji korelasi Spearman rank test menunjukan adanya
hubungan signifikan dengan hasil p-value = 0,001 dengan nilai koefisien korelasi
sebesar r = 0,307 yang menunjukan hubungan keeratan efikasi diri dengan status
kesehatan pada keeratan rendah. Adapun arah hubungan menunjukan nilai positif
yang berarti bahwa semakin tinggi atau semakin baik efikasi diri maka akan
semakin tinggi pula atau semakin baik pula status kesehatan pasien PJK.
Efikasi diri yang merupakan faktor unik seorang individu melalui
mekanisme ingin berubah karena motivasi ingin sembuh, mendorong pasien
untuk mengerahkan daya dan upayanya untuk malakukan kemampuan pendukung
kesehatan. Berkaitan dengan status kesehatan, efikasi diri merupakan faktor yang
kaitan langsung dengan kontrol faktor risiko penyakit yang berdampak pada
derajat status kesehatan. Sebagai contoh efikasi diri berupa kemampuan untuk
berhenti merokok memiliki efek yakni menurunkan risiko dan intensitas angina
dan kesehatan mental yang sama dengan yang tidak pernah perokok.
Description
Reupload file repositori 9 april 2026 agus/dea
