Analisis Motivasi Belajar Siswa dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur Kelas XI AKL SMKN 1 Bondowoso Tahun Ajaran 2024/2025)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kurikulum Merdeka merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013. Salah satu bagian dari implementasi kurikulum merdeka adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan kesiapan, minat, dan gaya belajar. Pembelajaran berdiferensiasi memiliki arti penting dalam pemenuhan kebutuhan belajar siswa. Kebutuhan belajar siswa yang diperhatikan akan memudahkan siswa dalam menerima materi yang akan dipelajari.
Penerapan pendekatan pembelajaran yang tepat dan menarik mampu memotivasi siswa dalam belajar. Menumbuhkan motivasi belajar siswa merupakan suatu hal yang penting karena berkaitan dengan pencapaian tujuan dan keberhasilan proses pembelajaran. Motivasi belajar siswa yang baik dibutuhkan siswa untuk dapat belajar dengan nyaman. Motivasi belajar menjadi sangat penting karena merupakan alat penggerak pada individu siswa yang mengarahkan perilaku siswa menjadi lebih baik.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penentuan lokasi penelitian menggunkan purposive area. Adapun subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 SMKN 1 Bondowoso sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket, dan dokumen. Metode analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik persentase. Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi memiliki dampak yang sinifikan terhadap motivasi belajar siswa (Gymnastiar, 2024). Meningkatnya rasa percaya diri, kemandirian, tumbuhnya minat dan antusias dalam belajar serta siswa terlibat aktif dalam pembelajaran merupakan tingginya motivasi belajar pada diri siswa. Motivasi belajar siswa tersebut dibuktikan melalui sikap siswa yang senang mencari dan memecahkan masalah-masalah soal. Hasil rata-rata analisis indikator senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal sebesar 75% dengan kategori “tinggi”. Konten yang beragam akan memunculkan minat siswa terhadap berbagai macam masalah yang didukung melalui penggunaan model pembelajaran berbasis masalah. Hasil analisis motivasi belajar siswa menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah sebesar 79% dengan kategori “tinggi“, artinya siswa dengan motivasi yang baik akan berminat dalam berbagai macam masalah atau materi yang sedang diajarkan.
Selain konten yang beragam untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa, proses pembelajaran dengan strategi dan model yang sesuai juga memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar. Model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi pengelompokan siswa akan meningkatkan kemampuan berdikusi dan berpendapat yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Pelaksanaan diferensiasi proses menggambarkan motivasi belajar siswa melalui keuletan siswa dalam menghadapi kesulitan menunjukkan persentase sebesar 84% dengan kategori “Tinggi“ dan merupakan indikator dengan tingkat motivasi tertinggi. Minat siswa bekerja secara mandiri di tunjukkan dengan persentase 71% dengan kategori “Tinggi“, dan kemampuan siswa dalam mempertahankan pendapatnya menunjukkan persentase sebesar 56% dengan kategori ”Sedang”. Indikator siswa dapat mempertahankan pendapatnya merupakan indikator dengan persentase terendah serta tidak mudah melepaskan hal yang diyakini menunjukkan persentase 62% dengan kategori “Sedang“.
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi yang dilaksanakan guru telah di implementasikan secara utuh pada seluruh tahapan meskipun terdapat beberapa indikator belum terlaksana secara maksimal. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Siswa menjadi antusias dalam belajar dengan kebutuhan belajar setiap siswa dapat difasilitasi dengan baik sesuai dengan kemampuan belajar yang dimiliki setiap siswa. Selain itu rasa bosan siswa menurun, dengan adanya berbagai variasi pada proses pembelajaran mulai dari bahan ajar atau materi yang diberikan, proses pembelajaran mengelompokan siswa berdasarkan tingakatan kemampuanya, dan kebebasan dalam memilih bahan produk pada pembelajaran.
Description
REupload File Repositori 10 Februari 2026_Yudi/Rega
