Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri pada Siswa Kelas III SDN Wonosari 4 Bondowoso

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Sekolah dasar memegang peranan krusial sebagai tahap awal pembentukan karakter, pola pikir, serta kompetensi dasar peserta didik. Salah satu mata pelajaran inti yang diajarkan di tingkat SD adalah Bahasa Indonesia. Mata pelajaran ini tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta memahami literasi teks dan konteks sosial budaya. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, penguasaan Bahasa Indonesia diharapkan dapat membekali peserta didik dengan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang efektif dalam berbagai situasi. Seiring dengan dinamika perkembangan zaman dan tuntutan global, sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami transformasi. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tenologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Kurikulum Merdeka sebagai upaya penyederhanaan kurikulum agar lebih fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai fase perkembangannya. Kurikulum merdeka menekankan pendekatan (student-centered) atau berpusat pada peserta didik, dimana guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik untuk aktif mengeksplorasi pengetahuan, bukan sekadar penerima informasi pasif. Dalam kurikulum merdeka, pembelajaran Bahasa Indonesia diintegrasikan dalam elemen-elemen seperti menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, serta menulis. Hal ini menuntut adanya perubahan paradigma pembelajaran dari yang bersifat hafalan (rote learning) menjadi pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.

Description

Finalisasi Maya_12 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By