Hubungan Pengetahuan Postpartum Blues Dengan Tingkat Resiliensi Pada Ibu Pasca Melahirkan DI Wilayah Kerja Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas keperawatan

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dalam kehidupan seorang ibu, di mana terjadi banyak perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial. Salah satu kondisi emosional yang sering terjadi adalah postpartum blues yaitu gangguan suasana hati ringan yang dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam menyesuaikan diri terhadap peran barunya. Pengetahuan yang memadai tentang postpartum blues diyakini berperan penting dalam meningkatkan kemampuan resiliensi ibu yaitu kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan emosional setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan postpartum blues dengan tingkat resiliensi pada ibu pasca melahirkan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Sukowono Kabupaten Jember, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner pengetahuan postpartum blues yang berisi 18 pertanyaan, serta kuesioner Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC 10) untuk mengukur tingkat resiliensi. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (50%) dan tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Sebanyak 25 responden (50%) dengan tingkat resiliensi sedang memiliki pengetahuan yang baik, sementara 12 responden (24%) dengan resiliensi rendah memiliki pengetahuan sedang, dan 4 responden (8%) dengan resiliensi rendah memiliki pengetahuan yang kurang. Tidak ditemukan responden dengan resiliensi rendah yang memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan uji Spearman, diperoleh nilai signifikansi (p) = <0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,748, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara pengetahuanpostpartum blues dengan tingkat resiliensi. Artinya, semakin tinggi tingkat ibu pengetahuan tentang postpartum blues, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan tentang postpartum blues dengan tingkat resiliensi pada ibu pasca melahirkan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai kesehatan mental ibu pascapersalinan, khususnya terkait postpartum blues, untuk meningkatkan ketahanan psikologis dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh selama masa nifas.

Description

Reupload file repository 3 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By