Karakteristik Padatan dan Kelarutan Kokristal Kurkumin-Isonikotinamida
| dc.contributor.author | Bayu Maulana Majid | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-05T06:32:08Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-30 | |
| dc.description | Validasi file repositori 4 Agustus 2026_Firli | |
| dc.description.abstract | Kurkumin merupakan senyawa utama fitopolifenol dari rimpang kunyit (Curcuma longa) yang termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas IV (John dkk., 2013). Hasil penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa kurkumin memiliki berbagai aktifitas farmakologis antara lain yaitu sebagai antikanker, anti-inflamasi, antioksidan dan antibakteri (Khasanah dan Husni, 2018). Kurkumin memiliki kelarutan yang rendah dalam air yaitu sebesar 3,12 mg/L pada suhu kamar. Sifat kelarutan yang rendah menyebabkan kurkumin mempunyai bioavailabilitas oral yang rendah, sehingga pada akhirnya dibutuhkan dosis yang sangat besar untuk dapat memberikan efek terapi, dan hal ini akan menyebabkan terjadinya kesulitan pada proses formulasi serta aplikasi secara klinis (Khasanah dan Husni, 2018). Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi pada senyawa kurkumin dengan tujuan meningkatkan sifat kelarutan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan bioavailabilitasnya. Salah satu teknologi rekayasa untuk meningkatkan sifat kelarutan bahan aktif obat adalah teknik kokristalisasi. Kokristalisasi adalah teknik rekayasa kristal yang digunakan untuk melakukan modifikasi terhadap sifat fisikokimia bahan aktif obat tanpa mempengaruhi aktivitas farmakologisnya (Zaini, 2011). Pembentukan kokristal membutuhkan adanya senyawa koformer untuk terjadinya interaksi intermolekuler antar molekul obat dalam kokristal. Keberadaan senyawa koformer dalam kokristal juga berfungsi untuk menurunkan agregasi Bahan Aktif Obat (BAO) dalam molekul kristal (Rachmaniar Revika, 2020). Dalam penelitian ini menggunakan isonikotinamida sebagai koformer, karena senyawa ini bersifat tidak toksik, termasuk dalam bahan Generally Regarded as Safe (GRAS), dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa lain. Metode penguapan pelarut merupakan metode yang dapat digunakan dalam pembuatan kokristal. Dalam prosedur pembuatan kokristal dengan metode vii penguapan pelarut, BAO dan koformer dilarutkan dalam pelarut yang sama dan kemudian pelarut diuapkan. Pada proses penguapan, diharapkan terjadi ikatan hidrogen yang dapat menyebabkan terjadinya pembentukan kokristal (Rachmaniar Revika, 2020). Keunggulan penggunaan metode penguapan pelarut antara lain dapat menghasilkan kokristal yang diharapkan, dilakukan pada suhu kamar, dan menghasilkan serbuk kokristal dengan rendemen yang tinggi (Jayasankar dkk., 2006). Hasil penelitian pembentukan kokristal kurkumin-isonikotinamida menunjukkan bahwa dapat diperoleh suatu padatan kokristal yang dibuktikan dengan karakterisasi sifat padatan sampel kokristal antara lain meliputi analisis termal dengan DSC, analisis kristalinitas dengan PXRD, dan analisis gugus fungsi dengan FTIR. Hasil karakterisasi kokristal menggunakan DSC menunjukkan adanya titik lebur baru yang tidak sama dengan komponen penyusunnya, yaitu pada 160,5ºC dengan entalpi peleburan sebesar 102,891 J/g. Hasil analisis kristalinitas dapat dilihat dari difaktogram PXRD yang menunjukkan adanya puncak difaktogram baru pada padatan kokristal yaitu pada sudut 19,24º dan 38,56º. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan adanya interaksi antara bahan aktif kurkumin dengan koformer isonikotinamida ditunjukkan dengan adanya pergeseran puncak serapan pada spektra kokristal. Selain itu pengujian kelarutan dan profil disolusi kokristal kurkumin-isonikotinamida menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan kurkumin murni. Kelarutan kokristal kurkuminisonikotinamida meningkat sebesar 2,6 kali dari kelarutan kurkumin murni. Efisiensi Disolusi (ED) kokristal kurkumin-isonikotinamida mengalami peningkatan menjadi sebesar 19,913 ± 0,203. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan kokristal kurkumin-isonikotinamida dapat memperbaiki kelarutan dari kurkumin, dan menunjukkan Efisiensi Disolusi yang lebih baik. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. apt. Budipratiwi Wisudyaningsih, S.Farm., M.Sc. | |
| dc.description.sponsorship | Prof. Dr. apt.Yudi Wicaksono, S.Si., M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13200 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Farmasi | |
| dc.subject | Kurkumin | |
| dc.subject | Kokristal | |
| dc.subject | Interaksi intermolekuler | |
| dc.subject | Koformer | |
| dc.title | Karakteristik Padatan dan Kelarutan Kokristal Kurkumin-Isonikotinamida | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 182210101092 - BAYU MAULANA MAJID - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 769.04 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 182210101092 - BAYU MAULANA MAJID - BAB 1.pdf
- Size:
- 357.49 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 182210101092 - BAYU MAULANA MAJID - BAB 2.pdf
- Size:
- 429.8 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 182210101092 - BAYU MAULANA MAJID - BAB 3.pdf
- Size:
- 392.36 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 182210101092 - BAYU MAULANA MAJID - BAB 4.pdf
- Size:
- 703.72 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
