Gambaran Penyimpanan Pangan, Higiene Personal Penjamah, Dan Keberadaan Salmonella sp. Serta Staphylococcus Aureus Pada Sosis Curah di Pasar Larangan Sidoarjo

Abstract

Frozen food banyak dikonsumsi karena praktis dan memiliki masa simpan lebih lama. Survei Jakpat tahun 2024 menunjukkan sosis dikonsumsi oleh 85% responden, sedangkan rata-rata konsumsi produk olahan daging, termasuk sosis, di Kabupaten Sidoarjo mencapai 0,394 potong per kapita per minggu pada 2025. Sosis berisiko mengalami kontaminasi mikroorganisme patogen apabila penyimpanan dan higiene personal penjamah tidak diterapkan secara tepat. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dilakukan pada Januari–Juni 2026 di Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo. Sampel terdiri atas 4 kios, 8 penjamah, dan 5 sampel sosis curah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Seluruh kios memenuhi syarat penyimpanan pangan matang, tetapi 3 kios masih melakukan refreezing. Sebanyak 6 penjamah (75%) memiliki higiene personal kategori kurang. Seluruh sampel negatif Salmonella sp., sedangkan seluruh sampel mengandung Staphylococcus aureus sebesar 4,1 × 10²–6,0 × 10³ CFU/g, melebihi batas 1 × 10² CFU/g. Simpulan: Penyimpanan telah memenuhi syarat, tetapi higiene personal penjamah masih perlu diperbaiki, seluruh sampel memenuhi persyaratan mikrobiologi untuk Salmonella Sp. dan seluruh sampel tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi untuk Staphylococcus aureus.

Description

:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By