Peran Orang Tua Terhadap Status Kebersihan Rongga Mulut Anak Prasekolah di Kawasan Agroindustri, Jember
| dc.contributor.author | Mira Wahyuningtiara | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-04T01:06:50Z | |
| dc.date.issued | 2023-12-15 | |
| dc.description | Reupload file repositori 04 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Tingkat masalah gigi dan mulut pada anak masih tergolong cukup tinggi, menurut Riskesdas 2018 pada anak umur 3-4 tahun masalah gigi dan mulut sebesar 41,1% dan umur 5-9 tahun sebanyak 67,3%. Kabupaten Jember mengalami masalah gigi dan mulut pada segala umur yang masih cukup tinggi dengan persentase sebesar sekitar 65%. Kondisi rongga mulut yang kurang bersih akan mempermudah terjadinya akumulasi penumpukan debris, plak dan kalkulus sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit gigi dan mulut. Anak prasekolah merupakan anak yang masih berusia 3-5 tahun yang akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada periode ini pertumbuhan gigi sulung merupakan panduan bagi erupsi atau tumbuhnya gigi permanen penggantinya, yaitu untuk mempertahankan ruang untuk memberi tempat pada gigi permanen yang nantinya akan tumbuh. Anak prasekolah merupakan usia rentan terhadap penyakit rongga mulut karena masih memerlukan bantuan dan peran dari orang tua dalam menjaga kebersihan rongga mulutnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua terhadap status kebersihan rongga mulut anak prasekolah di kawasan agroindustri, Jember. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa dan orang tua KB/TK/RA/SPS di Kecamatan Jelbuk sebanyak 260 siswa dan orang tua dari 7 sekolah di Kecamatan Jelbuk. Data peran orang tua didapatkan dari pengisian kuesioner dan data kebersihan rongga mulut diambil menggunakan pemeriksaan Oral Hygiene Index (OHI) dengan memeriksa keadaan rongga mulut anak. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel peran orang tua dan status kebersihan rongga mulut anak prasekolah. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase lalu dianalisi dengan menggunakan uji spearman. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antar variabel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden anak berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 52,3% dan paling banyak berusia 4-5 tahun yakni 46,2%. Responden orang tua sebanyak 260 orang (100%) berjenis kelamin perempuan yang merupakan ibu kandung. Mayoritas responden orang tua berusia 26-35 tahun yaitu sebanyak 59,2% dan sebagian besar pekerjaannya mengurus rumah tangga yakni 75,8%. Status kebersihan rongga mulut anak prasekolah rata-rata tergolong dalam kategori sedang yakni sebanyak 49,6% dan rata-rata peran orang tua terkait kebersihan rongga mulut anak prasekolah tergolong dalam kategori sangat berperan yaitu sebanyak 66,2%. Berdasarkan hasil uji spearman, diketahui keofisien korelasi sebesar 0,364 dengan signifikansi 0,000 dari total 260 responden. Hal ini bermakna bahwa terdapat hubungan antara peran orang tua terhadap status kebersihan rongga mulut anak prasekolah di kawasan agroindustri, Jember. Semakin baik peran orang tua maka semakin baik status kebersihan rongga mulut anak prasekolah. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. drg. Ari Tri Wanodyo Handayani, M.Kes. DPA: drg. Elyda Akhya Afida Misrohmasari, MIPH. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1379 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran Gigi | |
| dc.subject | Kebersihan Rongga Mulut | |
| dc.title | Peran Orang Tua Terhadap Status Kebersihan Rongga Mulut Anak Prasekolah di Kawasan Agroindustri, Jember | |
| dc.type | Other |
