Determinan Kecenderungan Kecurangan (Fraud) Berbasis Fraud Diamond Theory pada Universitas Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas ekonomi dan bisnis

Abstract

Kecurangan diartikan sebagai perbuatan yang sengaja dilakukan untuk tujuan tertentu yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok, dari dalam atau luar organisasi, untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok, dimana secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan pihak lain (ACFE, 2016). Berdasarkan ACFE, kecurangan dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu penyimpangan atas aset, pernyataan palsu atau salah pernyataan, dan korupsi. Berdasarkan Survei Fraud Indonesia 2016, tindak kecurangan yang paling sering terjadi di Indonesia adalah korupsi. Data dari Indonesia Corruption Watch 2018 menyebutkan bahwa terdapat 61 kasus korupsi bermodus mark up pengadaan barang/jasa, dimana pengadaan barang/jasa ini dinilai sebagai salah satu sumber kebocoran anggaran di Indonesia. Selain itu, Indonesia Corruption Watch 2018 juga memetakan kasus dugaan korupsi, hasilnya adalah sektor pendidikan menempati posisi ketiga tertinggi untuk tindak korupsi. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat pendidikan dipandang sebagai upaya pencegahan bagi berkembangnya perilaku korupsi. Dalam hal ini, Perguruan Tinggi sebagai lembaga tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor pendorong terjadinya kecenderungan kecurangan (fraud) di Perguruan Tinggi pada proses pengadaan barang/jasa di Universitas Jember berdasarkan Fraud Diamond Theory atau Teori Berlian Kecurangan, yaitu kepemimpinan, sistem pengendalian intern pemerintah, budaya organisasi, dan kompetensi SDM dengan etika pengadaan sebagai variabel moderating. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Universitas Jember. Sedangkan sample dalam penelitian ini sebanyak 51 pegawai, dengan teknik pemilihan sample yaitu metode purposive sampling karena peneliti mempunyai tujuan atau target tertentu dalam memiliki sampel secara tidak acak. Penelitian ini menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan alat statistik berupa SPSS 23. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu kepemimpinan, sistem pengendalian intern pemerintah, budaya organisasi, dan kompetensi SDM. Variabel moderating dalam penelitian ini yaitu etika pengadaan. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kecurangan (fraud). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, maka diperoleh hasil yaitu: kepemimpinan, sistem pengendalian intern pemerintah, dan kompetensi SDM tidak memiliki pengaruh terhadap fraud, sedangkan budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap fraud. Etika pengadaan tidak memperkuat hubungan negatif antara kepemimpinan dan fraud. Etika pengadaan tidak memperkuat hubungan negatif antara sistem pengendalian intern pemerintah dan fraud. Etika pengadaan memperkuat hubungan positif antara budaya organisasi dan fraud. Etika pengadaan memperkuat hubungan negatif antara kompetensi SDM dan fraud.

Description

reupload file repository 7 april 2026 izza/tofik

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By