Hubungan Tingkat Akses Layanan Kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penggunaan Antibiotik pada Masyarakat Usia Produktif Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat
karena infeksi bakteri semakin sulit diobati, mengakibatkan 4,95 juta kematian
secara global. Masalah ini juga terjadi di Kabupaten Jember, terutama karena
kecenderungan masyarakat usia produktif melakukan swamedikasi untuk
mempercepat penyembuhan. Praktik yang tidak tepat ini diakibatkan oleh
minimnya pengetahuan tentang antibiotik. Pengetahuan yang benar mengenai
antibiotik salah satunya diperoleh melalui informasi dari fasilitas layanan
kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, dan apotek memiliki peran penting dalam
promosi kesehatan, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya
penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Ketersediaan fasilitas layanan kesehatan
memengaruhi tingkat akses masyarakat terhadap layanan tersebut, yang pada
gilirannya berdampak pada pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam penggunaan
antibiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat akses
layanan kesehatan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik
pada masyarakat usia produktif di Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Populasi yang menjadi objek penelitian adalah
masyarakat usia produktif di Kabupaten Jember. Sampel terdiri dari individu
berusia 18-64 tahun yang pernah menggunakan antibiotik dan berdomisili asli di
Kabupaten Jember. Teknik pemilihan sampel menggunakan metode proportional
quota sampling yang didasarkan pada proporsi jumlah fasilitas kesehatan di setiap
kecamatan di Kabupaten Jember. Data penelitian terdiri dari data primer dan data
sekunder. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yang mengukur
tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik. Tingkat
pengetahuan, sikap, dan perilaku tersebut kemudian dikategorikan menjadi kurang
(<56%), cukup (56%-75%), dan baik (76%-100%). Sementara itu, data sekunder
diperoleh dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember terkait jumlah fasilitas
layanan kesehatan di setiap kecamatan Kabupaten Jember. Kedua jenis data ini
dianalisis untuk menguji hubungan menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil analisis univariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian
besar responden penelitian adalah laki-laki (51%), berusia 35-44 tahun (41%), dan
berasal dari kelompok dengan akses layanan kesehatan rendah (37%). Masyarakat
yang terlibat dalam penelitian mayoritas memiliki pengetahuan penggunaan
antibiotik dalam kategori cukup, sikap penggunaan antibiotik dalam kategori
kurang, dan perilaku penggunaan antibiotik dalam kategori cukup. Analisis bivariat
menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat akses layanan
kesehatan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan antibiotik (p <
0,001). Hubungan yang terbentuk antara keduanya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat akses layanan kesehatan, maka semakin baik pengetahuan, sikap, dan
perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat usia produktif di Kabupaten
Jember.
Description
Reaploud Repository February_agus
