Analisis Pengendalian Kualitas Cacat Pada Produk Kertas Laminasi (Laminated Paper) Dengan Metode Statistical Process Control (Spc) (Studi Kasus PT. Prima Paper Indonesia)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Perkembangan industri bidang manufaktur saat ini mengalami kemajuan
yang cukup pesat. Agar pelaku industri bisa bersaing di pasar dilakukan dengan
meningkatkan kualitas produk karena kualitas yang baik secara efektif dapat
menghilangkan pemborosan dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk
bersaing.
PT. Prima Paper Indonesia (PPI) merupakan sebuah perusahaan di bidang
manufaktur yang berorientasi ekspor di daerah Solo-Wonogiri, dengan
memproduksi laminated paper atau biasa disebut kertas laminasi. PT. PPI terus
menjaga kualitas produk agar pelanggan merasa puas menggunakan barang
produksinya. Pengendalian kualitas harus terus diperhatikan, agar saat produk
dibawa ke konsumen tidak ada barang cacat yang dikembalikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase cacat kertas laminasi
menggunakan metode Statistical Process Control sehingga dapat diketahui
penyebab cacat dominan yang terjadi pada PT. PPI. Untuk selanjutnya
mengetahui usulan perbaikan guna meminimalisir cacat pada kertas laminasi.
Hasil dari analisis menggunakan diagram pareto diperoleh jumlah cacat
yang paling besar hingga cacat paling sedikit. Berikut persentase dari cacat kertas
laminasi yang paling dominan adalah cacat berkerut sebesar 939 dengan
persentase sebesar 72%. Cacat sobek sebesar 152 dengan persentase 12%. Cacat
terbesar ketiga yaitu cacat lubang dengan jumlah 119 persentase 9%. Cacat
produk paling sedikit yaitu kotor dengan jumlah 89 atau 7%.
Hasil analisis menggunakan fishbone diagram diketahui cacat yang paling
dominan adalah berkerut. Disebabkan oleh mesin pembuka gulungan (unwinder)
yang tidak beroperasi secara maksimal disebabkan adanya part mesin yang sudah
mengalami aus sehingga terjadi getaran yang berlebih saat mesin melakukan
proses produksi pada kecepatan standar. Selain itu disebabkan oleh kelalaian
operator yang kurang konsentrasi dan kurang memonitor mesin yang sedang
berjalan. Faktor lain terjadi karena bahan baku paper roll yang digunakan untuk
membuat kertas laminasi datang dengan kondisi yang kurang baik atau sudah
mengalami cacat.
Usulan perbaikan yang dapat disampaikan adalah memberikan pelatihan dan
meningkatkan pengawasan kepada operator, mengganti part coupling pada air saft
mesin pembuka gulungan (unwinder), meningkatkan maintenance di perusahaan
dengan cara menerapkan checkseet, dan meningkatkan pengecekan bahan baku
paper roll sebelum masuk dalam tahap produksi.
Description
Reupload File Repositori 9 Februari 2026_Rudi H/Ardi
