Pemertahanan Bahasa Jawa di Kampung Jawa Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso
| dc.contributor.author | Mochammad Iqbal Al Jeffry | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T00:42:07Z | |
| dc.date.issued | 2025-02-01 | |
| dc.description | Reupload file repositori 20 Feb 2026_Maya | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji tingkat pemertahanan bahasa Jawa di Kampung Jawa, Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa masyarakat Kampung Jawa merupakan penutur bahasa Jawa yang tergolong penutur minoritas di Desa Kabuaran, sedangkan mayoritas masyarakat Desa Kabuaran merupakan penutur bahasa Madura. Permasalahan yang dikaji penelitian ini yaitu bagaimana tingkat pemertahanan bahasa Jawa dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemertahanan bahasa Jawa di Kampung Jawa, Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan tingkat pemertahanan bahasa Jawa dan faktor yang mempengaruhi tingkat pemertahanan bahasa Jawa di Kampung Jawa, Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif untuk mendeskripsikan tingkat pemertahanan bahasa Jawa dan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang yang mempengaruhi tingkat pemertahanan bahasa Jawa. Transformasi data kuantitatif dari hasil kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala likert, untuk mengukur tingkat pemertahanan bahasa Jawa. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pada Skala Likert menggunakan gradasi sangat positif hingga sangat negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa oleh masyarakat etnik Jawa di RT 18 Kampung Jawa, Dusun Taman Selatan, Desa Kabuaran sangat bervariatif. Masyarakat Kampung Jawa menguasai tiga bahasa yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Madura. Jumlah penduduk di RT 18 Kampung Jawa, yaitu sebanyak 24 orang yang terbagi ke dalam 9 Kartu Keluarga Responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang, yang terdiri dari 16 responden dewasa dan 4 responden remaja. Hasil yang di dapatkan menunjukkan bahwa persentase setiap ranah berbeda dan sangat bervariatif. Berikut hasil dari ranah keluarga, pada reponden dewasa keluarga etnik Jawa asli memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 72% yang tergolong pemertahanan bahasa tinggi, faktor yang menyebabkan persentase yang diperoleh tinggi karena loyalitas terhadap bahasa jawa yang masih terjaga. Pada responden dewasa keluarga etnik Jawa campuran, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 52% yang tergolong pemertahanan bahasa sedang, faktor yang menyebabkan yaitu adanya penggunaan bahasa lain yang sama-sama digunakan dan adanya pernikahan campuran. Pada responden remaja keluarga etnik Jawa asli, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 57% yang tergolong pemertahanan bahasa sedang, faktor yang menyebabkan yaitu bahasa ibu yang diajarkan dari kecil dan tetap dilestarikan. Pada responden remaja keluarga etnik Jawa campuran, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 57% yang tergolong pemertahanan bahasa sedang, faktor yang menyebabkan yaitu orang tua berasal dari etnik Jawa asli dan anak menjadi bilingual atau multingual. Selanjutnya pada ranah tetangga, Pada responden dewasa keluarga Jawa asli, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 70% yang tergolong pemertahanan bahasa tinggi, faktor yang menyebabkan yaitu menjaga bahasa ibu, nyaman menggunakan bahasa Jawa, dan ingin mempertahankan identitas. Pada responden dewasa keluarga Jawa campuran, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 60% yang tergolong pemertahanan bahasa tinggi, faktor yang menyebabkan yaitu pemertahanan identitas, jaringan inreraksi sosial, dan faktor usia. Pada responden remaja keluarga Jawa asli, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 45% yang tergolong pemertahanan bahasa sedang, faktor yang menyebabkan yaitu bahasa penyesuaian diri. Pada responden remaja keluarga Jawa campuran, memperoleh rata-rata penggunaan bahasa Jawa 60% yang tergolong pemertahanan bahasa tinggi, faktor yang menyebabkan yaitu pertahanan identitas, pergaulan, dan penyesuaian diri. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dra. Anastasia Erna Rochiyati Sudarmaningtyas, M.Hum. DPA: Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S., M.Hum. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3568 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Pemertahanan Bahasa | |
| dc.title | Pemertahanan Bahasa Jawa di Kampung Jawa Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso | |
| dc.type | Other |
