Kebudayaan Megalitik di Situs Wonosuko Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso

dc.contributor.authorAyyub Ishlahuddin
dc.date.accessioned2026-01-26T02:02:30Z
dc.date.issued2024-06-01
dc.descriptionReuploud file repositori 22 Jan 2026_Firli
dc.description.abstractSalah satu tradisi dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia pada masa prasejarah adalah kebudayaan megalitik, kebudayaan ini menghasilkan benda-benda yang dibuat dengan bahan batu besar maupun kecil, yang bertujuan untuk digunakan dalam kegiatan pemujaan roh nenek moyang. Salah satu kecamatan di Bondowoso yang memiliki jumlah temuan arkeologis yang cukup banyak adalah kecamatan Tamanan, di kecamatan ini terdapat 78 tinggalan arkeologis yang terletak di lima desa. Berbagai objek tinggalan arkeologis pada masa kebudayaan megalitik banyak tersebar di sekitar desa Wonosuko, oleh karna itulah dinamakan situs Wonosuko. Tinggalan arkeologis di situs Wonosuko banyak ditemukan di dataran rendah di antara permukiman penduduk, hingga ke areal persawahan para penduduk. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini antara lain adalah (1) berapa jumlah tinggalan-tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di situs Wonosuko bagaimana sebarannya ? dan, apa saja jenis serta fungsi dari tinggalan-tinggalan arkeologis tersebut; (2) Bagaimana konsepsi kepercayaan serta kebudayaan yang melandasi pembuatan tinggalan arkeologis di Situs Wonosuko ?; (3) Bagaimana Gambaran kehidupan sosial dan ekonomi Situs Wonosuko kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menginventarisi tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di situs Wonosuko kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. (2) menganalisis sebaran jenis dan fungsi dari tinggalan arkeologis kebudayaan megalitik di situs Wonosuko. (3) melakukan rekonstruksi tentang sistem kepercayaan dan kebudayaan di situs Wonosuko kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso; (4) melakukan rekonstruksi tentang kehidupan sosial dan ekonomi di situs Wonosuko kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan arkeologi budaya, Sedangkan untuk teori yang digunakan merupakan teori wujud kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) kritik,(3) interpretasi, (4) historiografi (penulisan). Adapun hasil penelitian ini adalah : (1) tinggalan yang ditemukan di lapangan berjumlah 83 tinggalan, yang tersebar di tiga dusun, dusun moncek, pelalangan, dan lumbung. Adapun tipologi dari keseluruhan tinggalan arkeologis 5 jenis yakni antara lain : umpak batu tipe 3 (batu kenong), menhir tipe 1, Kubur dolmen, dan bilik batu Tipe 1. Sedangkan untuk pola sebaran dari tinggalan arkeologis di situs ini adalah pola berdekatan dan sebaran tunggal (2) Konsepsi religi yang pertama adalah “kematian tidak membawa perubahan esensial terhadap martabat seseorang”. Artinya, seseorang yang pada masa kehidupannya memiliki martabat yang rendah, akan memiliki martabat yang rendah pula ketika yang bersangkutan mati. Agar seseorang memiliki tempat yang istimewa di dunia roh/arwah nenek moyang, maka harus menjaga dan mendapatkan derajat yang tinggi. Kedua, konsepsi religi yang berhubungan dengan roh/arwah seseorang tidaklah lenyap disaat kematian itu tiba, melainkan pergi menuju suatu tempat atau dunia lain (dunia roh nenek moyang) dan mereka tetap hidup abadi. Konsepsi religi yang kedua ini mempercayai bahwa dalam keabadiannya arwah roh nenek moyang ini bukan hanya dapat mempengaruhi kehidupan manusia seperti hasil panen dan kesuburan tanaman tetapi juga dapat menentukan kehidupan manusia itu sendiri. Konsepsi ini membawa pengaruh yang cukup besar terhadap sebuah tradisi megalitik, seperti tradisi yang berkaitan dengan penguburan, tradisi yang menyertakan bekal kubur, tradisi terkait orientasi arah hadap mayat dan wadah kubur, dan juga terkait pemilihan tempat penguburan itu sendiri. (3) Mereka membangun tempat tinggal secara permanen untuk bermukim, melalui bukti temuan terhadap landasan batu tipe 3 (batu kenong). Komunitas megalitik di Situs Wonosuko juga telah mengenal teknologi pembuatan gerabah, teknologi penambangan batu, teknik memahat. Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa (1) jumlah tinggalan arkeologis yang ditemukan di situs Wonosuko berjumlah 80 buah dengan tipologi 5 jenis. (2) sistem kepercayaan, sosial, dan ekonomi komunitas megalitik Situs Wonosuko memiliki konsepsi religi yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu masyarakat yang berbudaya
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: Drs. Kayan Swastika, M.Si. Dosen Pembimbing Anggota: Akhmad Ryan Pratama, S.Hum., M.A
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/190
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectMegalitik
dc.subjectKebudayaan Megalitik
dc.subjectSitus
dc.subjectTamanan
dc.subjectArkeologi
dc.subjectBondowoso
dc.titleKebudayaan Megalitik di Situs Wonosuko Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
AYUB PRIYO GUMILANG - 200810201096.pdf
Size:
2.14 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: