Perhitungan Harga Pokok Produksi Metode Full Costing pada Produk Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso
| dc.contributor.author | Holisa Sabilatus Amanah | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-06T07:56:04Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-07 | |
| dc.description | Reupload file repositori 6 Februari 2026_Yudi | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif deskriptif dalam perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling area. Subjek penelitian ini adalah pemilik usaha dan karyawan Usaha Tape Manis 57 UD Amy Ina bondowoso. Jenis data yang dipakai meliputi data primer berupa observasi dan wawancara untuk mengetahui dan menggali informasi dalam kegiatan pencatatan dan perhitungan biaya produksi yang terjadi di tempat usaha, dan data sekunder berupa dokumen yang memiliki hubungan langsung dengan penelitian harga pokok produksi, seperti catatan/nota pengeluaran biaya produksi, laporan gaji/upah karyawan, dan bukti transaksi lainnya selama bulan tertentu. Metode analisis data yang dipakai yaitu disajikan dalam bentuk deskripsi dan perhitungan angka menggunakan metode full costing. Hasil penelitian yang dilakukan di Usaha Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso menunjukkan bahwa UD Amy Ina Bondowoso telah memperhitungkan harga pokok produksi namun tidak mencakup seluruh komponen biaya produksi. Data menunjukkan hasil perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Usaha Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso sebesar Rp 20.628.000/bulan, sedangkan hasil perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing sebesar Rp 31.333.846/bulan. Harga pokok produksi yang dihitung menggunakan full costing menghasilkan nilai yang “lebih besar” sehingga memunculkan selisih sebesar Rp 10.705.846/bulan. Sehingga tanpa disadari Usaha Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso mengalami undercosting biaya, dimana terjadi karena penetapan pada harga pokok produksi yang diterapkan oleh usaha lebih rendah dari harga pokok produksi yang sebenarnya terjadi pada usaha tersebut. Terjadinya selisih “lebih besar” pada perhitungan harga pokok produksi yang membuat UD Amy Ina Bondowoso mengalami undercosting biaya disebabkan oleh perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Usaha Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso tidak memasukkan komponen biaya produksi secara keseluruhan. Komponen biaya tersebut berupa biaya tenaga kerja langsung (BTKL), biaya listrik dan air, biaya bahan bakar mesin dan kendaraan, biaya tenaga kerja tidak langsung (BTKTL), biaya penyusutan bangunan, mesin, kendaraan, dan peralatan, serta biaya pemeliharaan kendaraan dan mesin. Pemilik usaha hanya menganggarkan biaya-biaya tersebut tanpa diperhitungkan dalam HPP. Hal ini terjadi karena pemilik usaha belum mengetahui dan memahami terkait komponen biaya produksi yang diperhitungan pada harga pokok produksi yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK), dan pemilik usaha hanya mementingkan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Oleh karena itu untuk mempertahankan usaha tape ini maka penting bagi UD Amy Ina Bondowoso untuk memperhitungkan seluruh biaya produksinya agar mendapatkan perhitungan yang akurat dan keputusan yang tepat. | |
| dc.description.sponsorship | Dr. Sukidin, M.Pd. - Tiara, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2101 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Perhitungan Harga Pokok | |
| dc.subject | Metode Full Costing | |
| dc.subject | Produk Tape Manis | |
| dc.title | Perhitungan Harga Pokok Produksi Metode Full Costing pada Produk Tape Manis 57 UD Amy Ina Bondowoso | |
| dc.type | Other |
