Maskulinitas Tokoh dalam Novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan Karya Amalia Yunus sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra di SMA
| dc.contributor.author | Siti Nurkamila | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-03T02:44:08Z | |
| dc.date.issued | 2024-12-23 | |
| dc.description | Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima | |
| dc.description.abstract | Gender merupakan suatu pengertian yang digunakan untuk mengidentifikasi perilaku, kualitas, peran laki-laki dan perempuan yang dihasilkan oleh lingkungan sosial, sejarah, dan budaya. Laki-laki diharuskan tampil pemberani, kuat, tegas dan berjiwa pemimpin, sedangkan perempuan identik dengan sifat lemah lembut, indah, cantik, sentimental dan keibuan. Namun sifat-sifat tersebut tidak bersifat tetap dan bisa saling bertukar, maka terdapat laki-laki yang memiliki sifat keibuan, lemah lembut dan terdapat pula perempuan dengan sifat perkasa, kuat dan berani. Seiring berjalannya waktu semakin banyak karya sastra terutama novel yang menyuarakan mengenai bias gender terutama maskulinitas salah satunya yaitu novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan karya Amalia Yunus. Pada novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan karya Amalia Yunus memberikan gambaran baru mengenai sosok Dedes yang tidak lagi dipandang dalam segi seksualitasnya tetapi sebagai perempuan berdaya yang penuh cita-cita dan ambisi. Jenis penelitian yang akan diaplikasikan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan penelitian sastra dengan pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan sosiologi sastra dengan teori maskulinitas yang dikembangkan oleh R.W Connell. Data yang dianalisis terdiri atas kutipan-kutipan narasi dialog tokoh yang menunjukan bentuk maskulinitas pada karakter perempuan dan laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini memanfaatkan teknik dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hurberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel pengumpulan data dan analisis data. Prosedur penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian. Hasil dari penelitian ini menunjukan temuan bahwa terdapat (1) bentuk maskulinitas hegemonik pada karakter perempuan berupa kekuasaan atas pesona diri, keberanian dalam bertarung, kepimpinan dalam perang dan bentuk maskulinitas subordinat berupa menekuni pekerjaan di bidang maskulin dan berpartisipasi dalam peperangan; (2) bentuk maskulinitas hegemonik pada karakter laki-laki berupa kekerasan atas penolakan dan kekuasaan atas kepemimpinan dan keberanian dalam bersiasat. Bentuk maskulinitas subordinat berupa kepedulian pada keluarga dan ketergantungan pada orang lain. Bentuk maskulinitas komplisit berupa keuntungan dalam reputasi dan bentuk maskulinitas marginal berupa ketakutan atas penghianatan.; (3) pemanfaatan sebagai alternatif pembelajaran di SMA kelas XII Kurikulum Merdeka dengan tujuan pembelajaran memahami dan mendeskripsikan penokohan dan teknik penggambaran tokoh serta menghubungkannya dengan unsur parateks. Berdasarkan hasil pada penelitian ini selanjutnya diharapkan untuk melakukan kajian tambahan guna mendalami lebih jauh tentang maskulinitas dalam sastra Indonesia dengan menggunakan teori yang lebih beragam dan mencari perbandingan dengan karya sastra pengarang lain. Sehingga dapat memberikan sumbangan baru bagi pengetahuan tentang maskulinitas dalam sastra Indonesia. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Furoidatul Husniah, S.S, M.Pd. DPA: Fitri Nura Murti, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1150 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Maskulinitas | |
| dc.subject | Novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan | |
| dc.title | Maskulinitas Tokoh dalam Novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan Karya Amalia Yunus sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra di SMA | |
| dc.type | Other |
