Analisis Potensi Dampak Lingkungan pada Proses Pengolahan Limbah Cair di PT. Kawasan Industri Gresik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) sebagai salah satu kawasan industri
besar di Jawa Timur menghadapi tantangan dalam mengelola limbah cair yang
berasal dari beragam sektor industri. Limbah tersebut tidak hanya mengandung
bahan organik dan nutrien, tetapi juga logam berat yang berpotensi mencemari
lingkungan. Proses pengolahan di Wastewater Treatment Plant (WWTP) memang
ditujukan untuk menurunkan kadar polutan, namun juga berimplikasi terhadap
emisi gas rumah kaca, penggunaan sumber daya air, serta potensi ekotoksisitas.
Oleh karena itu, diperlukan kajian komprehensif untuk mengidentifikasi titik kritis
pengolahan dan merumuskan strategi perbaikan berkelanjutan.
Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) sesuai standar
ISO 14040:2016 dengan batasan sistem gate-to-gate dan unit fungsi 1 m³ limbah
cair terolah. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenLCA dengan
metode ReCiPe 2016 Midpoint serta basis data Ecoinvent. Data diperoleh dari
catatan operasional, observasi lapangan, wawancara, dan hasil uji laboratorium.
Fokus analisis diarahkan pada tiga kategori dampak utama, yaitu climate change,
freshwater ecotoxicity, dan water depletion.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dampak climate change mencapai
368.428,86 kg CO₂ eq, yang terutama ditimbulkan oleh blower pada unit Extended
Aeration. Dampak freshwater ecotoxicity sebesar 170.610,35 kg 1,4-DB eq berasal
dari akumulasi logam berat pada sumur pengumpul, sedangkan water depletion
sebesar 19.973,99 m³/tahun terutama disebabkan oleh penggunaan air pada unit
Extended Aeration. Hasil ini menunjukkan bahwa unit Extended Aeration dan
sumur pengumpul merupakan titik kritis dalam sistem WWTP PT KIG yang
memberikan kontribusi signifikan terhadap potensi dampak lingkungan.
Beberapa alternatif strategi perbaikan diajukan sebagai upaya mitigasi
terhadap dampak yang ditimbulkan. Penambahan Trembesi pada Ruang Terbuka
Hijau (RTH) meningkatkan daya serap karbon, sehingga kawasan beralih dari sisa
emisi sebesar 190.514,86 kg CO₂/tahun menjadi surplus penyerapan 8.903,91 kg
CO₂/tahun. Penerapan teknologi Food Chain Reactor (FCR) dapat menurunkan
freshwater ecotoxicity dari 170.610,35 kg 1,4-DB eq menjadi 167.946,39 kg 1,4-
DB eq. Sementara itu, pemanfaatan air olahan untuk penyiraman RTH dan flushing
toilet mampu menekan kebutuhan air baku dari 20.951 m³/tahun menjadi 977,01
m³/tahun. Implementasi strategi tersebut menunjukkan potensi signifikan dalam
mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan air dan energi
yang lebih berkelanjutan di kawasan industri..
Description
Reupload File Repositori 5 Februari 2026_Rudy K/Lia
