Penerapan Lean Manufacturing pada Produksi Keripik Nangka (Studi Kasus CV Kajeye Food Malang)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang melimpah dan berkembang di Indonesia. Buah nangka memiliki umur simpan yang cukup singkat karena mudah mengalami kerusakan karena proses respirasi. CV Kajeye Food merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan buah-buahan, khususnya di bidang keripik nangka dengan merk SoKressH. CV Kajeye Food telah memiliki pangsa pasar di area Malang dan sekitarnya. CV Kajeye Food memproduksi keripik nangka dengan model make to stock (MTS) sehingga yang menjadi prinsip produksi adalah target kuantitas dan ketepatan waktu (lead time) sesuai yang diharapkan oleh konsumen
Permasalahan yang sering dihadapi yaitu Permasalahan yang sering dihadapi yaitu target produksi harian tidak tercapai. Berdasarkan hasil obsevasi, hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas yang tidak bernilai tambah (non value added) seperti adanya hasil produk yang tidak konsisten (gosong atau tidak renyah), serta aktivitas pengangkutan bahan baku secara manual dengan jarak antar stasiun kerja yang cukup berjauhan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis pemborosan, menganalisis penyebab pemborosan pada produksi keripik nangka, serta memberikan rekomendasi perbaikan dalam mereduksi pemborosan sehingga dapat meningkatkan produktivitas di CV Kajeye Food. Penelitian ini mencangkup data waktu produksi seperti waktu siklus, waktu normal, waktu baku, faktor penyesuaian, dan faktor kelonggaran, informasi yang mengenai proses produksi keripik buah, khususnya pada produksi keripik buah nangka yang disajikan pada current state map. Pada proses produksi keripik nangka melalui 9 tahapan proses yaitu penerimaan bahan baku, pemotongan, pencucian dan perendaman, pembekuan, penggorengan vakum, spinner, sortasi, penyimpanan, dan pengemasan. Teridentifikasi 29 aktivitas dalam proses produksi keripik nangka. Total waktu siklus yang dihasilkan sebesar 320.334,00 detik. Aktivitas kerja dengan waktu siklus yang terbesar adalah aktivitas operation pembekuan menggunakan mesin refrigerator sebesar 226.295,00 detik. Besarnya waktu siklus disebabkan karena terdapat waiting pada proses pembekuan ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Perhitungan penyesuaian didasarkan pada 4 faktor yaitu skill, effort, condition, consistency. Hasil dari waktu siklus dan penyesuaian menghasilkan waktu normal. Kemudian ditambahkan faktor kelonggaran. Besarnya kelonggaran bagi pria dan wanita berbeda. Bagi pria kelonggorannya 2% - 2,5%, sedangkan wanita kelonggarannya 2,5% - 5%. Satuan yang digunakan dalam perhitungan waktu ini diasumsikan pada banyaknya bahan baku awal yang digunakan yaitu 1 ton. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan waktu standar produksi keripik nangka sebesar 296.036 detik.
Hasil current state map menunjukkan bahwa value added time sebesar 296.036 detik, necessary but non value added time sebesar 278.620 detik, non value added time sebesar 2.733 detik. Identifikasi pemborosan dilakukan dengan menggunakan metode Waste Assessment Model dengan hasil teridentifikasi pemborosan overproduction sebesar 24,24%, defect sebesar 15,85%, dan motion sebesar 14,39%. Penyebab terjadinya pemborosan overproduction yaitu sistem make to stock sehingga terjadi overlabelling. Defect yaitu proses pemeraman dan sortasi tidak berjalan optimal. Motion yaitu aktivitas bolak balik pada pengangkutan di stasiun pembekuan dan penggorengan karena layout proses produksi tidak dirancang berdasarkan alur proses.
Rekomendasi perbaikan yaitu dilakukan berdasarkan hasil tools VALSAT yaitu Process Activity Mapping. Perbaikan dilakukan dengan eliminasi dan reduksi aktivitas VA, NNVA, dan NVA dari total waktu produksi 296.036 detik menjadi 212.237 detik. Usulan perbaikan yaitu pada overproduction adalah sistem FIFO, konsep one piece flow, pada defect yaitu sistem internal kontrol dan perawatan mesin berkala, pada motion yaitu relayout tata letak pabrik sesuai alur proses produksi
Description
Reupload file repository 29 Januari 2026_Ratna
