Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tuberkulosis Anak Usia 0-14 Tahun DI Indonesia (Analisis Lanjut Data Survei Kesehatan Indonesia 2023)
| dc.contributor.author | Hasby Asshiddiqi | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-02T00:57:37Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-29 | |
| dc.description | Finalisasi September 2026 Rudi H | |
| dc.description.abstract | Tuberkulosis (TB) pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia, dengan kelompok usia 0-14 tahun menyumbang proporsi kasus TB tertinggi secara nasional (16,2%) menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024. Penelitian terdahulu mengenai faktor risiko TB anak umumnya terbatas pada lingkup wilayah atau fasilitas kesehatan tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor host (umur, jenis kelamin, status imunisasi BCG, riwayat BBLR, kontak erat, status gizi) dan faktor environment (karakteristik tempat tinggal, akses pelayanan kesehatan, kepadatan hunian, status sosial ekonomi) dengan kejadian TB pada anak usia 0-14 tahun secara nasional. Desain penelitian adalah observasional analitik cross sectional menggunakan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dengan sampel akhir tertimbang sebanyak 206.631 anak. Analisis dilakukan dengan pendekatan complex samples, meliputi regresi logistik sederhana (bivariat) dan regresi logistik complex samples dengan eliminasi bertahap (multivariat). Hasil menunjukkan 136 anak (0,1%) teridentifikasi TB positif. Pada model multivariat akhir, empat variabel berhubungan bermakna dengan kejadian TB anak, yaitu umur (p=0,022; AOR=1,916), jenis kelamin (p<0,001; AOR=2,253), kontak erat (p<0,001; AOR=200,599; 95% CI: 105,306-382,124), dan status sosial ekonomi (p=0,005). Kontak erat merupakan faktor risiko paling dominan, menegaskan peran sumber penularan di lingkungan rumah tangga. Pola status sosial ekonomi menunjukkan hasil berlawanan dengan asumsi umum, di mana kuintil menengah atas dan teratas justru menunjukkan proporsi kasus lebih tinggi, yang lebih tepat dipahami sebagai konsekuensi perbedaan akses diagnosis dan stigma. Penelitian merekomendasikan penguatan skrining kontak serumah sebagai strategi prioritas pengendalian TB anak di Indonesia. | |
| dc.description.sponsorship | Dwi Martiana Wati, S.Si. M.Si. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14607 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | tuberkulosis anak | |
| dc.subject | faktor risiko | |
| dc.subject | kontak erat | |
| dc.subject | status sosial ekonomi | |
| dc.subject | Survei Kesehatan Indonesia 2023 | |
| dc.title | Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tuberkulosis Anak Usia 0-14 Tahun DI Indonesia (Analisis Lanjut Data Survei Kesehatan Indonesia 2023) | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 222110101093 - Hasby Asshiddiqi - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 558.47 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 222110101093 - Hasby Asshiddiqi - BAB 1.pdf
- Size:
- 370.68 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 222110101093 - Hasby Asshiddiqi - BAB 2.pdf
- Size:
- 507.67 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 222110101093 - Hasby Asshiddiqi - BAB 3.pdf
- Size:
- 376.33 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 222110101093 - Hasby Asshiddiqi - BAB 4.pdf
- Size:
- 483.74 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
