Peran Modal Sosial Bonding dalam Fase Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kampung Melayu Jakarta Timur
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Kampung Melayu merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Jakarta Timur yang setiap tahun terdampak luapan Sungai Ciliwung. Dalam menghadapi situasi bencana yang berulang, masyarakat setempat menunjukkan pola respons mandiri yang mengandalkan kekuatan relasi sosial berbasis kekeluargaan dan ketetanggaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana modal sosial bonding berperan dalam fase tanggap darurat banjir, khususnya dalam proses evakuasi, penampungan sementara, dan pemenuhan logistik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep Bonding Social Capital dari Michael Woolcock dan Deepa Narayan, yang menjelaskan peran jaringan sosial homogen dalam memperkuat solidaritas dan tindakan kolektif dalam situasi krisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di RW 5 dan RW 8 Kampung Melayu, Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap warga terdampak, tokoh masyarakat, serta aparat lingkungan seperti RT dan RW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonding social capital berfungsi sebagai fondasi utama dalam respons darurat banjir. Evakuasi dilakukan secara spontan oleh anggota keluarga dan tetangga tanpa menunggu bantuan formal. Penampungan sementara lebih banyak berlangsung di rumah-rumah kerabat atau tetangga yang tidak terdampak langsung. Distribusi logistik pada masa awal bencana juga lebih efektif dilakukan melalui jaringan sosial informal yang telah terbangun lama.
Description
Reupload file repositori 27 Mar 2026_Maya
