Analisis Kadar Radionuklida berdasarkan Ketinggian Daun Tembakau serta Estimasi Excess Lifetime Cancer Risk Sebagai Screening Potensi Bahaya Merokok

dc.contributor.authorIzza Sakha Restu Bumi
dc.date.accessioned2026-06-15T07:49:18Z
dc.date.issued2026-01-27
dc.descriptionreupload 2026 Rudi H
dc.description.abstractLatar belakang/permasalahan. Paparan radiasi merupakan faktor risiko lingkungan yang tidak terlihat dan dapat meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang. Di sisi lain, rokok telah lama dikenal berbahaya, namun kajian risiko biasanya lebih menekankan zat kimia karsinogenik, bukan kontribusi radionuklida alami yang dapat ikut terhirup dari tembakau saat merokok. Karena itu, diperlukan gambaran awal mengenai aktivitas radionuklida pada daun tembakau dan potensi risikonya. Penelitian ini bertujuan yang pertama untuk mengidentifikasi aktivitas radionuklida alami K-40, Th-232, dan U-238 pada daun tembakau, selanjutnya menganalisis hubungan ketinggian daun dengan aktivitas masing-masing radionuklida, serta untuk menilai implikasi kesehatan melalui estimasi Annual Effective Dose (AED) dan Excess Lifetime Cancer Risk (ELCR) pada skenario paparan merokok. Metode penelitian. Penelitian dilakukan pada 13 sampel daun (D13–D25) dari ketinggian berbeda. Data aktivitas K-40, Th-232, dan U-238 diolah menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, median, minimum–maksimum, simpangan baku). Hubungan ketinggian daun dengan aktivitas dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Selanjutnya, AED dan ELCR dihitung untuk skenario merokok menggunakan parameter konsumsi atau massa tembakau, fraksi asap yang diasumsikan masuk dan mencapai paru, serta DCF inhalasi. Pendekatan yang dipakai bersifat konservatif untuk keperluan screening. Hasil. Secara deskriptif, K-40 memiliki aktivitas paling besar dibandingkan Th-232 dan U-238, dan ketiga radionuklida menunjukkan variasi antar sampel. Uji Spearman menunjukkan K-40 cenderung menurun pada ketinggian yang lebih tinggi namun tidak signifikan, sedangkan Th-232 dan U-238 meningkat secara bermakna seiring kenaikan ketinggian daun. Estimasi kesehatan menunjukkan AED total berada pada kisaran 1,09 – 5,40 mSv/tahun, dan ELCR total berada pada kisaran 0,0041 – 0,0201. kontribusi ELCR terbesar terutama berasal dari radionuklida dengan DCF lebih tinggi, terutama Th-232. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan adanya variasi aktivitas radionuklida berdasarkan ketinggian daun, dengan kecenderungan peningkatan Th-232 dan U-238 pada daun yang lebih tinggi. Secara konservatif, hasil AED dan ELCR menunjukkan potensi paparan dan risiko kesehatan yang perlu diperhatikan sebagai screening awal, serta menjadi dasar untuk penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan parameter paparan yang lebih spesifik.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama: dr. Ancah Caesarina Novi Marchianti, Ph.D., FISPH, FISCM.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8988
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKadar Radionuklida
dc.subjectTembakau
dc.subjectExcess Lifetime Cancer Risk
dc.subjectMerokok
dc.subjectRadiasi Ionisasi
dc.titleAnalisis Kadar Radionuklida berdasarkan Ketinggian Daun Tembakau serta Estimasi Excess Lifetime Cancer Risk Sebagai Screening Potensi Bahaya Merokok
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
IZZA SAKHA RESTU BUMI - 222010101072.pdf
Size:
1.22 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: