Gambaran Tingkat Work Readiness pada Mahasiswa Tingkat Akhir Profesi Ners dan Diploma 3 Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Undang-Undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2023 menyatakan
bahwa lulusan D3 Keperawatan maupun Profesi Ners wajib memenuhi standar
kompetensi kerja melalui uji kompetensi. Transisi dari dunia pendidikan ke dunia
kerja dapat menimbulkan tantangan (Erita, 2018), sehingga diperlukan program
yang mendukung masa transisi. Work readiness menjadi aspek penting yang harus
dimiliki calon pekerja (Muspawi & Lestari, 2020), karena berkorelasi positif
dengan identitas profesional dan performa kerja perawat baru (Jiang dkk., 2024).
Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif dengan populasi 333
mahasiswa akhir dari Program Studi Profesi Ners dan D3 Keperawatan Fakultas
Keperawatan Universitas Jember. Sampel ditentukan melalui rumus Slovin
sehingga didapatkan sampel minimal sejumlah 182 mahasiswa. Teknik stratified
proportional random sampling digunakan untuk menentukan respondennya,
sehingga didapatkan 70 mahasiswa Profesi Ners, 48 dari D3 Pasuruan, dan 64 dari
D3 Lumajang yang akan menjadi responden penelitian. Instrumen yang digunakan
adalah Work Readiness Scale for Graduate Nurse (WRS-GN) oleh Walker dkk.
(2015), terdiri dari 46 item dengan skala Likert 10 poin. Kuesioner telah
diterjemahkan dan diuji validitas serta reliabilitasnya (Cronbach’s alpha = 0,967).
Analisis data dilakukan secara univariat untuk menilai karakteristik dan tingkat
work readiness berdasarkan jenis kelamin, usia, dan program studi. Penelitian ini
telah mendapat persetujuan etik dari KEPK Fakultas Keperawatan Universitas
Jember (No. 259/UN25.1.14/KEPK/2025).
Hasil menunjukkan bahwa skor work readiness mahasiswa Profesi Ners
berada pada rentang 367–443, dengan 75% responden memperoleh skor ≥407
(≥88,48% dari skor maksimal). Pada domain work competence nilai median 125,
social intelligence 73, organisational acumen 150, dan personal work characteristic
71. Mahasiswa D3 Keperawatan memperoleh skor 316–435, dengan 75%
responden mendapat ≥384 (≥83,48%). Median tiap domain berturut-turut: 119,5;
69; 145,5; dan 67. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sajidah (2024) yang
menunjukkan sebagian besar mahasiswa memperoleh skor ≥75%. Limpele dkk.
(2024) menyatakan bahwa pengetahuan memengaruhi work readiness, dan Bangun
& Sari (2021) menemukan hubungan antara lama masa belajar dan pengetahuan.
Hal ini menjelaskan skor tinggi pada mahasiswa Profesi Ners karena masa studi
yang lebih panjang. Temuan serupa juga diperoleh Baiti (2024), dengan dominasi
skor ≥75%. Putri dkk. (2025) menambahkan bahwa pengalaman praktik kerja
lapangan dan keaktifan organisasi turut memengaruhi work readiness mahasiswa
vokasi, yang juga relevan bagi mahasiswa D3 Keperawatan dalam penelitian ini.
Description
Reupload Repository 26 Januari Maya
