Hubungan Beban Kerja dengan Perilaku Altruistik Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Blambangan Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Perawat yang mendapatkan tugas di instalasi rawat inap dalam rumah sakit
memiliki tuntutan berupa pelayanan keperawatan yang harus mendampingi pasien
untuk melalukan berbagai perawatan yang dibutuhkan sesuai kondisi kesehatan
pasien selama 24 jam atau lebih lama dibandingkan dengan instalasi lain.
Pelayanan keperawatan yang berkualitas memiliki peran dalam menentukan mutu
pelayanan dan kepuasan pasien, sehingga dengan tuntutan tersebut dapat menjadi
tekanan beban kerja bagi perawat. Beban kerja dapat menjadi tidak seimbang
dengan kemampuan dan waktu yang dimiliki perawat. Perawat dapat mengalami
penurunan rasa dan kemampuan empati akibat kontak yang berlebihan dengan
pasien, hingga menghindari tugas sebagai gambaran respon stress. Pelayanan
altruistik yang menurun dapat berakibat dalam kualitas keperawatan dan
meningkatnya hubungan tidak percaya antar perawat dengan pasien. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan perilaku altruistik
perawat di instalasi rawat inap.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan
pendekatan desain survei cross sectional yang pengambilan datanya dilakukan
dalam satu waktu yang sama. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini
sebanyak 96 perawat yang ditentukan menggunakan teknik sampling purposive
sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu perawat instalasi rawat inap
termasuk perawat pelaksana, ketua tim, dan PJ shift. Pengumpulan data diperoleh
dengan menggunakan kuesioner persepsi beban kerja dan kuesioner skala
altruistik perawat. Analisis data univariat karakteristik responden ditampilkan
dalam bentuk distribusi frekuensi dan presentase. Analisis bivariat dilakukandengan menggunakan uji non parametrik Kendall’s Tau-b untuk mengetahui
hubungan antara kedua variabel penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki
beban kerja pada kategori berat dengan jumlah 72 (75,0%). Hasil pada indikator
kuesioner persepsi beban kerja diketahui paling banyak adalah indikator kegiatan
produktif langsung dengan nilai 76 (79,2%) pada kategori sedang. Perawat yang
memiliki perilaku altruistik lebih dari sebagian responden dalam kategori rendah
berjumlah 70 orang (72,9%). Hasil indikator kuesioner skala altruistik juga
menunjukkan paling banyak terdapat pada indikator mempertimbangkan hak dan
kesejahteraan orang lain dengan nilai 73 (76,0%) pada kategori sedang. Analisis
data bivariat menggunakan uji parametrik Kendall’s Tau-b menunjukkan hasil p value sebesar 0,000 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,660. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel
dengan kekuatan hubungan dalam kategori kuat, serta arah hubungan negatif yang
dapat diartikan dengan semakin berat beban kerja yang dimiliki oleh perawat
maka semakin rendah perilaku altruistik perawat.
Perawat yang memiliki beban kerja berlebihan dapat menjadi tuntutan dan
tekanan bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Kualitas pelayanan
keperawatan yang mengalami penurunan juga memberi dampak negatif untuk
mutu pelayanan dan kondisi pasien, beban kerja yang dalam kategori berat juga
dapat mengakibatkan rasa kelelahan kerja yang muncul pada perawat dalam
bekerja. Beban kerja dalam jumlah berlebihan dapat memungkinkan
mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara beban
kerja dengan perilaku altruistik perawat di instalasi rawat inap. Hasil penelitian ini
diharapkan bagi perawat dapat menjadi tambahan pengetahuan dan menjadi bahan
evaluasi terhadap pemahaman mengenai beban kerja yang dimiliki serta kualitas
pelayanan keperawatan, dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan.
Description
Reupload file repository 6 Februari 2026_Arif/Halima
