Implementasi Medan Elektromagnetik ELF (Extremely Low Frequency) dalam Proses Fermentasi Untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kakao
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Setelah Ghana dan Pantai Gading, produsen kakao terbesar ketiga di dunia
adalah Indonesia. Proses fermentasinya tidak sama dengan kakao di Ghana, kakao
di Indonesia memiliki rasa yang lebih baik dan tidak cepat meleleh (Sabahannur
et al., 2018). Kurangnya kesadaran petani agar melakukan fermentasi terhadap
produk kakaonya sehingga memicu risiko kegagalan agar produk sesuai standard
pabrik (Sudarti, 2021). Ariningsih et al., (2020), menjelaskan bahwa salah
penyebab dari hal tersebut yaitu petani kakao di Indonesia menjualnya ketika biji
masih keadaan basah maupun kering. Ketika masih basah hanya melalui proses
pengeluaran dari buahnya. Ketika dalam keadaan kering hanya melakukan
penjemuran tanpa dilakukannya proses fermentasi. Pemanfaatan medan
elektromanetik ELF pada proses fermentasi berbagai jenis pangan mulai banyak
diteliti, namun intensitas medan elektromagnetik dan lama paparan yang efektif
belum ditentukan. Tujuan dari penelitian ini mengkaji pengaruh paparan medan
elektromagnetik ELF terhadap pH dan suhu selama proses fermentasi dan setelah
fermentasi pada variabel massa jenis, kadar air dan aroma biji kakao
Description
februari 2026 Rudi H
