Perbandingan Ketersediaan Air dan Kebutuhan Air Tanaman pada Saluran Sekunder Curah Kates dan Renes Kejuron Ajung Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Meningkatnya kebutuhan air untuk memenuhi irigasi, rumah tangga dan
kebutuhan lainnya, diperlukan suatu perencanaan dalam pengembangan
sumberdaya air dalam suatu sistem sungai. Ketersediaan air dibutuhkan dalam
upaya peningkatan produksi tanaman pangan. Penyediaan air di lahan harus
seimbang dengan kebutuhan air tanaman. Akan tetapi kondisi di lapang, jumlah
ketersediaan air dan kebutuhan air mengalami perubahan dalam setiap periodenya.
Ketersediaan air pada wilayah Kejuron Ajung Sekunder Curah Kates dan
Renes dapat dipengaruhi oleh curah hujan dan jumlah air yang tersedia pada
saluran irigasi. Ketika musim kemarau ketersediaan air untuk irigasi berkurang
sedangkan kebutuhan air tanaman meningkat. Dalam hal ini, diperlukan suatu
analisis untuk melihat ketersediaan air yang dapat memenuhi kebutuhan air
tanaman berdasarkan pola tanam dan klasifikasi iklim, salah satunya dengan
perhitungan debit metode NRECA. Metode NRECA dilakukan pendekatan
menggunakan data curah hujan yang sejenis sehingga dapat diperoleh parameter
NRECA yang digunakan untuk memperkirakan debit maksimum pada Sekunder
Curah Kates dan Renes.
Hasil rekapitulasi ketersediaan air dengan menggunakan Debit Terukur
pada Saluran Renes rata-rata sebesar 259,71 liter/detik, dan pada Saluran
Sekunder Curah Kates rata-rata sebesar 568,20 liter/detik. Sedangkan hasil
perhitungan dengan Metode NRECA pada Saluran Renes rata-rata sebesar 353,61
liter/detik, dan Saluran Curah Kates rata-rata 568,20 liter/detik. Hasil
perbandingan antara debit terukur, debit NRECA dan kebutuhan air tanaman
menunjukkan bahwa air yang tersedia pada saluran Sekunder Renes dan Sekunder
Curah Kates cukup melimpah, hal ini dikarenakan kondisi saluran primer
Kertosari, saluran Sekunder Renes, saluran Curah Kates cukup baik dengan
sedikit mengalami kerusakan pada saluran seperti roboh, berlubang, dan ada
komponen bangunan yang hilang seperti pintu pengatur sehingga mengganggu
proses pengaturan air yang akan disalurkan pada persawahan.
Analisis ketersediaan air dilakukan dengan membandingkan kebutuhan air
tanaman dengan debit yang tersedia yaitu debit terukur dan debit NRECA.
Informasi LPR-FPR ditentukan dari hasil interpretasi data tanaman dan jenis
tanah. Pada Sekunder Renes data kebutuhan air tanaman sebesar 215,31
liter/detik, data tersebut lebih kecil dari data debit terukur sebesar 259,71
liter/detik serta data debit NRECA sebesar 353,61 liter/detik. Hal itu
menunjukkan bahwa kondisi air di sekunder renes masih melimpah bahkan
melebihi air yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada Sekunder Curah Kates data
kebutuhan air tanaman sebesar 193,71 liter/detik, data tersebut lebih kecil dari
data debit terukur sebesar 568,20 liter/detik serta data debit NRECA sebesar
197,60 liter/detik. Hal itu menunjukkan bahwa kondisi air di sekunder renes
masih mencukupi terhadap air yang dibutuhkan oleh tanaman. Berdasarkan
perbandingan ketersediaan air dan kebutuhan air tanaman bahwa sebagian lokasi
penelitian Sekunder Renes dan Sekunder Curah Kates mendapatkan air yang
cukup melimpah bahkan melebihi air yang dibutuhkan tanaman. Apabila
keteresediaan air mengalami kekurangan hal ini dapat disebabkan karena
penyaluran air dari hulu ke hilir tidak optimal dan merata. Dengan demikian,
perbaikan pengelolaan sistem irigasi diperlukan untuk memenuhi air irigasi.
Description
Reupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri
Approved by Teddy
