Hubungan Dukungan Emosional Teman Sebaya dengan Perilaku Cyberbullying pada Siswa di SMAN 3 Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Cyberbullying merupakan perilaku negatif yang banyak terjadi pada siswa
di lingkungan sekolah. Salah satu faktor cyberbullying yaitu adanya dukungan
emosional dari teman sebayanya. Cyberbullying adalah tindakan menyakiti orang
lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang melalui media internet.
Penyebab cyberbullying bagi pelaku biasanya pelaku adalah orang-orang yang
kurang mendapatkan perhatian. Pelaku melakukan perundungan melalui media
sosial agar orang lain bisa memusatkan perhatiannya kepada dirinya. Korban juga
akan mengalami dampak yang serius akibat perilaku cyberbullying. Korban bisa
mengalami dampak jangka panjang seperti turunnya kepercayaan diri, depresi,
kemarahan, kegagalan di sekolah dan bisa berdampak dalam menyakiti diri sendiri
atau bahkan melakukan bunuh diri. Dukungan emosional adalah dukungan yang
melibatkan suatu ekspresi dari empati, kepedulian, dan perhatian kepada orang
lain. Dukungan sangat dibutuhkan seseorang dalam situasi stres dan bisa membuat
perasaan menjadi tenang, aman dan nyaman dalam menghadapi situasi tersebut.
Adanya dukungan emosional menjadikan seseorang merasa lebih dicintai dan
disayangi oleh orang-orang terdekatnya. Dukungan dari teman sebaya berperan
penting pada seseorang untuk menjadikan pelindung bagi korban perilaku negatif.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan emosional
teman sebaya dengan perilaku cyberbullying pada siswa di SMAN 3 Jember.
Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas X dan XI di SMAN 3 Jember
tahun ajaran 2018-2019 sebanyak 246 siswa. Penelitian ini menggunakan desain
penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik
sampling probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan emosional teman sebaya dengan hasil uji reliabilitas 0,837 dan hasil uji
validitas 0,396. Kuesioner perilaku cyberbullying dengan hasil uji reliabilitas
0,849 dan hasil uji validitas 0,3061. Kedua kuesioner tersebut sebagai alat
pengumpul data yang sudah tervaliditas dan reliabel. Uji statistik yang digunakan
adalah Spearman.
Hasil uji analisis bivariat dengan menggunakan uji Spearmen
menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel dukungan emosional
teman sebaya dengan variabel perilaku cyberbullying dengan nilai p-value yaitu
0,001 (<0,05). Nilai koefisien korelasi hubungan antara kedua variabel sebesar -
0,228 yang menunjukkan bahwa korelasinya tergolong lemah dan negatif artinya
semakin tinggi cyberbullying maka semakin rendah dukungan emosional teman
sebayanya, begitu pula sebaliknya semakin rendah cyberbullying maka semakin
tinggi dukungan emosional teman sebayanya.
Hasil penelitian menunjukkan sebesar (10,2%) untuk perilaku responden
sebagai pelaku cyberbullying, sebanyak (13,4%) responden sebagai korban
cyberbullying, sebanyak (12,2%) responden sebagai pelaku sekaligus korban
cyberbullying, dan (64,2%) responden tidak melakukan perilaku cyberbullying.
sedangkan sebanyak (79,3%) responden berada dalam kategori dukungan
emosional sedang. Hasil tersebut diketahui bahwa adanya korelasi antara variabel
dukungan emosional teman sebaya dengan perilaku cyberbullying pada remaja.
Semakin tinggi perilaku cyberbullying maka semakin rendah dukungan emosional
teman sebayanya. Perilaku cyberbullying pada remaja merupakan bentuk perilaku
negatif yang diakibatkan adanya kurangnya dukungan emosional dari teman
sebayanya. Dukungan emosional yang baik dipengaruhi oleh kemampuan
mengenali emosi diri dan emosi orang lain dalam suatu kelompok teman sebaya.
Diharapkan siswa di SMAN 3 Jember untuk terus saling mendukung antar teman
seperti lebih peduli dan mendukung secara emosional jika ada teman yang
mengalami masalah. Sehingga dukungan emosional tersebut bisa mengurangi
perilaku cyberbullying yang terjadi pada siswa.
Description
Reupload file repository 7 April 2026_Rudy/Halima
