Analisis Faktor Pembentuk Disiplin Kerja Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya disiplin kerja dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi, khususnya di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2024 serta wawancara dengan beberapa pegawai yang dilaksanakan pada bulan November 2024 dan dilanjutkan kembali pada bulan Maret 2025, menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan pegawai belum optimal. Hal ini terlihat dari data absensi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kehadiran tanpa keterangan, dari 47 kali pada tahun 2022 menjadi 132 kali pada tahun 2024. Selain itu, keterlambatan pegawai terus meningkat, mencapai 56 kali pada tahun 2024. Daftar hadir apel Senin selama bulan Juli – November 2024 juga menunjukkan ketidakhadiran tanpa keterangan paling tinggi bulan terjadi pada bulan Juli, meskipun terdapat penurunan angka ketidakhadiran setelah adanya arahan dari pimpinan, himbauan tentang pemberitahuan ketidakhadiran belum sepenuhnya dipatuhi. Selain masalah absensi terdapat masalah lain yang berkaitan dengan pembentukan disiplin kerja yaitu kemampuan pegawai dalam menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang diemban seperti tanggung jawab tambahan seperti pengelolaan administrasi yang kurang terorganisir, beban kerja yang berlebihan, minimnya pelatihan karena tidak adanya alokasi anggran dalam DPA 2021 – 2024, serta keterbatasan sarana dan prasarana seperti AC, komputer, dan area parkir yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan apa saja yang mempengaruhi dalam membentuk disiplin kerja pegawai di DPMD Kabupaten Jember.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai DPMD Kabupaten Jember sebanyak 47 pegawai, dengan jumlah sampel sebanyak 46 pegawai yang ditentukan dengan metode sensus. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, dengan sumber primer melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner, serta data sekunder berupa buku, jurnal dan publikasi pemerintah. Teknik data yang digunakan adalah analisis faktor dengan metode Principal Componen Analysis (PCA) dengan bantuan software SPSS versi 26.
Setelah melakukan analisis terhadap 8 faktor yang diduga mempengaruhi disiplin kerja pegawai DPMD Kabupaten Jember, diperoleh 6 faktor yang terbukti membentuk disiplin kerja. Faktor – faktor tersebut adalah (1) faktor kepemimpinan dengan kontribusi sebesar 34,103% yang mencerminkan pentingnya ketegasan, pengawasan, dan komunikasi terbuka antara pemimpin dan pegawai, (2) faktor sanksi dengan kontribusi sebesar 10,901% yang menekankan pentingnya hukuman yang konsisten dan edukatif, (3) faktor keteladanan pemimpin dengan kontribusi sebesar 9,725% yang menunjukkan bahwa pemimpin yang jujur, adil, dan disiplin menjadi panutan pegawai, (4) faktor kompensasi dan kesejahteraan dengan
kontribusi sebesar 7,331% yang menggambarkan bahwa fasilitas kerja, gaji, dan kesesuaian tugas mempengaruhi semangat kerja, (5) faktor tugas dan tanggung jawab dengan kontribusi sebesar 6,222% yang menunjukkan pentingnya pembagian tugas dan sasaran kerja yang realistis, dan (6) faktor perlakuan adil dengan kontribusi sebesar 4,840% yang memperlihatkan bahwa keadilan dan penghargaan atas kinerja berdampak positif terhadap kedisiplinan. Faktor kepemimpinan menjadi yang paling dominan dalam membentuk disiplin kerja pegawai DPMD Kabupaten Jember. Sesuai pendapat Hasibuan (2020:193), pemimpin yang efektif tercermin dari disiplin bawahannya. Mayoritas juga menyatakan setuju terhadap pernyataan yang mencerminkan enam faktor pembentukan disiplin kerja. Karakteristik responden juga mendukung hasil penelitian, yaitu mayoritas pegawai adalah laki – laki sebanyak 33 pegawai atau sebesar 71,7%, berpendidikan terakhir S1 sebanyak 22 pegawai atau sebesar 47,8%, berada pada rentang usia 41 – 50 tahun sebanyak 16 pegawai atau sebesar 35%, serta memiliki lama kerja di DPMD 1 – 5 tahun sebanyak 25 pegawai atau sebesar 54%, yang menggambarkan bahwa pegawai berada dalam usia produktif dan cukup berpengalaman untuk memahami pentingnya disiplin kerja.
Kesimpulan dari penelitain ini menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan menjadi faktor dominan dalam membentuk disiplin kerja pegawai DPMD Kabupaten Jember. Pemimpin yang tegas dalam memberikan arahan dan melakukan pengawasan menciptakan lingkungan nyaman bagi pegawai untuk disiplin dalam bekerja.
Description
Reuplod Repository Ratna 28 September 2026
Finalisasi September 2026_Yudi
