Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Fase Pemotongan Putik Terhadap Durasi Mekar Bunga Krisan
| dc.contributor.author | Irvanda Taruna | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-03T08:04:33Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-18 | |
| dc.description | Reupload File Repository_Yudi :: Finalisasi Repositori File 3 Juni 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Usaha tani bunga krisan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar bahkan dapat menjadi pendapatan utama wilayah. Namun, singkatnya durasi mekar menjadikannya tantangan dalam proses penjualannya. Penyerbukan menyebabkan lama mekar dari bunga tersebut menjadi lebih singkat sehingga berdampak pada penjualan bunga tersebut di industri florikultura. Terjadinya alokasi nutrisi pada kelopak bunga menuju bakal buah yang disebabkan oleh penyerbukan mengakibatkan bunga layu. Pemotongan putik dan pemberian sitokinin merupakan cara untuk mempertahankan mekar bunga krisan. Penelitian ini dilaksanakan di Griya Mangli Indah DK 05 pada tanggal 12 Juli 2024 sampai dengan 30 September 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama dengan model acak yaitu fase pemotongan putik (P) meliputi P0: tanpa pemotongan putik; P1: pemotongan putik saat fase kuncup; P2: pemotongan putik saat fase kuncup terbuka sedikit; P3: pemotongan putik saat fase mekar. Faktor kedua yaitu pemberian sitokinin (C) meliputi C0: tanpa pemberian sitokinin; C1: pemberian sitokinin 200 ppm; C2: pemberian sitokinin 400 ppm. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan pemotongan putik dan pemberian sitokinin berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan bobot basah bunga. Perlakuan pemotongan putik berpengaruh signifikan terhadap lama mekar berpengaruh signifikan terhadap durasi mekar, kadar karbohidrat, bobot kering dan perubahan warna. Pemotongan putik saat kuncup terbuka sedikit merupakan pelakuan terbaik. Pemberian sitokinin tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pengamatan. Dalam penelitian mengenai pengaruh perlakuan konsentrasi sitokinin dan fase pemotongan putik terhadap bunga krisan, ditemukan bahwa interaksi antara kedua perlakuan tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap lama mekar bunga. Namun, pengaruh yang nyata terlihat pada kadar air dan bobot basah bunga krisan. Kombinasi perlakuan yang menunjukkan hasil terbaik pada parameter kadar air adalah pemotongan putik saat kelopak bunga telah terbuka sedikit dan pemberian sitokinin dengan konsentrasi 200 ppm. Di sisi lain, pengamatan kadar air menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan optimal adalah C0P2, yang mengindikasikan pemotongan putik dilakukan ketika kelopak mulai terbuka sedikit tanpa aplikasi sitokinin. Selanjutnya, meskipun perlakuan konsentrasi sitokinin tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap durasi mekar, efek signifikan terlihat pada kadar karbohidrat dan protein bunga krisan, dengan perlakuan C3 yang memberi konsentrasi sitokinin 400 ppm cenderung meningkatkan kadar protein dan karbohidrat. Terakhir, pemotongan putik juga terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap lama mekar; pemotongan pada fase kuncup (perlakuan P1) dan fase kelopak terbuka sedikit (perlakuan P2) masing-masing menghasilkan durasi mekar rata-rata selama 23,44 hari dan 23,22 hari. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen perlakuan terhadap pertumbuhan dan kualitas bunga krisan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ir. Sundahri, PGDIP.Agr.Sc., M.P | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7861 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Pertanian | |
| dc.subject | Bunga Krisan | |
| dc.subject | Durasi Mekar | |
| dc.subject | Pemotongan Putik | |
| dc.subject | Penyerbukan | |
| dc.title | Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Fase Pemotongan Putik Terhadap Durasi Mekar Bunga Krisan | |
| dc.type | Other |
