Pengaruh Intervensi Family Caregiver Empowerment Model terhadap Distress pada Caregiver Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sumbersari

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) adalah salah satu penyakit kronis yang menghadirkan tantangan signifikan bagi individu yang menderitanya dan juga bagi keluarga mereka. Ini memerlukan manajemen medis yang tepat untuk berhasil mengelola Diabetes Melitus Tipe 2. Keluarga harus merawat keluarga yang sakit sebagai caregiver utama bagi penderita diabetes melitus, sehingga diperlukan adanya keterampilan manajemen diri pada pasien DMT2. Panderita DMT2 memerlukan pemantauan terkait status berat badan, status glukosa dalam darah, pola dan jadwal makan, konsumsi obat yang rutin, serta kesehatan psikososialnya. Selain itu, penderita DMT2 memerlukan pemantauan terkait kegiatan jasmani yang teratur, deteksi dini nyeri neuropati, teknik merawat kaki yang benar secara berkala, mampu mengenali kondisi sakitnya, mau bergabung dengan kelompok DM, dan mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Dalam merawat pasien, seorang caregiver menerima tanggung jawab, serta tekanan yang akan meningkatkan besarnya tuntutan sehingga mereka merasa kelelahan dan stress. Gangguan psikologis pada caregiver dapat muncul dan menyebabkan mereka mengalami stress, akibat dari bertambahnya tugas yang harus dilakukan sehingga mengurangi waktu istirahat caregiver. Family Caregiver Empowerment Model (FCEM) menjadi upaya intervensi yang diaplikasikan secara edukatif, pelatihan, dan pendampingan pada keluarga agar kemandirian dan kualitas hidup pasien dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan apakah FCEM memiliki pengaruh terhadap distress pada caregiver penderita DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dihasilkan jumlah sampel sebanyak 74 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 35 responden diberi intevensi Family Caregiver Empowerment Model (FCEM) sebanyak 10 sesi selama 10 minggu dengan 1 sesi setiap minggu dan 39 orang kelompok kontrol mendapatkan edukasi dari program fasilitas kesehatan. Tempat penelitian yaitu 5 kelurahan yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sumbersari di Kabupaten Jember. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Kingston Caregiver Stress Scale (KCSS). Analisis statistik menggunakan Dependen T-Test dan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian dengan uji dependen t-test menunjukkan p < a (p= 0,000, a= 0,05) dengan interpretasi adanya perbedaan distress yang signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan intervensi FCEM yaitu terjadi penurunan rata-rata distress sebesar 4,57 dengan mean nilai pretest sebesar 18,23 menjadi 13,66 setelah diberikan intervensi. Hasil uji dependen t-test pada kelompok kontrol menghasilkan nilai p > a (p= 0,620, a=0,05) yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan pada pre-test dan post-test pada kelompok kontrol. Terjadi penurunan rata-rata distress sebesar 0,41 dengan mean nilai pretest sebesar 19,03 dan mean post test sebesar 18,62. Hasil uji Mann Whitney Test dengan Asymp. Sig. 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada distress caregiver pasien DMT2 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh intervensi FCEM terhadap distress pada caregiver pasien DMT2. Intervensi pemberdayaan yang difokuskan pada family caregiver diketahui dapat meningkatkan kemampuan pengasuh keluarga dalam mengelola diet diabetes, aktivitas fisik, pengobatan, monitoring gula darah, dan perawatan kaki. Peningkatan keterampilan, pengetahuan dan dukungan yang diberikan akan berpengaruh pada motivasi, koping, dan sikap positif family caregiver dalam membantu penderita DM tipe 2. Hal tersebut memicu terbentuknya perubahan pola pikir keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan, kemampuan mengambil keputusan, memberikan perawatan pada anggota keluarga, penggunaan fasilitas kesehatan yang tersedia dan kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan. Dukungan keluarga dalam mengelola penyakit dapat membantu terbentuknya manajemen diri pada pasien sehingga menjadi mekanisme koping bagi pasien dalam menghadapi perubahan terkait DM yang diderita. Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang diberikan akan meningkatkan motivasi, koping, dan sikap positif family caregiver dalam membantu penderita DMT2. Hal tersebut dapat membantu family caregiver menjalankan 5 tugas keluarga yaitu mengenali masalah kesehatan keluarga, kemampuan mengambil keputusan pada kesehatan keluarga, memberikan perawatan pada anggota keluarga, penggunaan fasilitas kesehatan yang tersedia, dan kemampuan memodifikasi lingkungan. Tugas kesehatan keluarga yang dilakukan dapat meningkatkan self-efficacy dan kapabilitas keluarga dalam pengelolaan DMT2. Oleh karena itu, ketika family caregiver mendapatkan berbagai macam hambatan, keluarga mampu untuk menyelesaikannya sehingga tidak mengalami depresi dan cemas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh intervensi FCEM terhadap distress pada caregiver pasien DMT2. Diharapkan intervensi ini dapat diterapkan sebagai program yang mendukung penatalaksanaan DMT2 melalui pemberdayaan anggota keluarga sehingga keluarga turut membantu mengelola dan mandiri untuk meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup penderita DMT2.

Description

Reupload File Repositori 18 Februari 2026_Yudi/Rega

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By