Kajian Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Operator dan Landasan Forklift pada Departemen Logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk
| dc.contributor.author | Nafisha Azmi Witya Ashilah | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-17T08:23:23Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-19 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Ratna 17 juni 2026 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini membahas penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada operator forklift dan lintasan operasional di Departemen Logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk. Forklift merupakan alat angkat dan angkut yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi apabila tidak dioperasikan sesuai prosedur keselamatan. Permasalahan yang ditemukan di perusahaan meliputi kondisi lintasan yang berlubang dan bergelombang, dan pentingnya kepatuhan operator terhadap persyaratan Surat Izin Operator (SIO). Berdasarkan data unsafe action dan unsafe condition, masih ditemukan beberapa permasalahan pada lintasan forklift, seperti kondisi jalan berlubang di area slope dan lantai sebelah utara. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji penerapan keselamatan dan kesehatan kerja operator forklift dan lintasan operasional pada departemen logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk. Forklift merupakan alat angkat dan angkut yang digunakan untuk memindahkan, menumpuk, serta menaikkan atau menurunkan barang berkapasitas besar. Berdasarkan Permenaker No. 8 Tahun 2020, perusahaan bertanggung jawab dalam penerapan K3 forklift melalui pengawasan operasional, pemeliharaan alat, pengendalian operator, serta pengendalian lingkungan kerja. Operator forklift wajib memiliki kompetensi, kondisi kesehatan yang baik, serta Surat Izin Operator (SIO) yang sesuai dengan kapasitas forklift yang dioperasikan. Landasan forklift harus kuat, rata, stabil, bebas hambatan, memiliki pencahayaan minimal 100 lux, serta jalur operasional yang aman untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif di Departemen Logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk, Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian melibatkan seluruh operator forklift dan 27 titik lintasan operasional forklift dengan jarak 100 m per titik yang ada di area logistik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, pengukuran pencahayaan, pengamatan kondisi jalan, serta pemeriksaan dokumen Surat Izin Operator (SIO). Data kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi penerapan K3 operator forklift dan lintasan operasional di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar operator forklift berusia di atas 45 tahun dan memiliki masa kerja lebih dari 10 tahun sehingga tergolong berpengalaman dalam pengoperasian forklift. Mayoritas operator memiliki tingkat pendidikan SMA dan kondisi penglihatan normal. Seluruh operator telah memiliki SIO aktif dan sesuai dengan kapasitas forklift yang digunakan, meskipun masih terdapat beberapa data SIO yang belum teridentifikasi dalam sistem digital Teman K3. Hal ini menunjukkan perusahaan telah menerapkan pengendalian administratif yang baik, namun masih diperlukan perbaikan dalam integrasi data administrasi keselamatan kerja. Kondisi lintasan operasional forklift secara umum tergolong aman, namun masih ditemukan beberapa titik jalan bergelombang dan berlubang yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan mengganggu kestabilan forklift saat membawa beban. Hasil pengukuran pencahayaan menunjukkan beberapa titik di area gudang memiliki intensitas cahaya di bawah standar minimal 100 lux, terutama pada sore hari. Terdapat satu lintasan dengan tingkat kemiringan lebih dari 10% sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengoperasiannya. Perusahaan sebenarnya telah menyediakan sistem pengawasan, pencahayaan buatan, serta sistem pengaman pada forklift, namun implementasi di lapangan masih belum optimal. Berdasarkan hasil wawancara, perusahaan telah menerapkan pengelolaan K3 forklift melalui perawatan berkala, pengawasan operasional, pengendalian kompetensi operator dengan SIO dan pelatihan K3, serta pengendalian lingkungan kerja melalui pengaturan lintasan, pencahayaan, dan rambu keselamatan. Secara umum, penerapan K3 telah berjalan cukup baik, terutama pada aspek pengawasan dan kepemilikan SIO. Masih diperlukan perbaikan kondisi lintasan, peningkatan pencahayaan area kerja, serta penguatan sistem administrasi melalui integrasi data SIO dengan Teman K3. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Kurnia Ardiansyah Akbar, S.KM., M.KKK., Ph.D | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9230 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Forklift | |
| dc.subject | Landasan | |
| dc.subject | Operator | |
| dc.subject | Keselamatan dan Kesehatan Kerja | |
| dc.title | Kajian Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Operator dan Landasan Forklift pada Departemen Logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- Kajian Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Operator dan Landasan Forklift pada Departemen Logistik PT Asahimas Flat Glass Tbk
- Size:
- 1.24 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
