Pengembangan dan Validasi Metode KCKT untuk Penetapan Kadar Naringenin pada Ekstrak Mesokarp Jeruk Nambangan (Citrus Maxima Merr. ʻNambangan’)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Naringenin adalah salah satu senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas farmakologi antioksidan dan antitumor. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan naringenin dalam jumlah besar adalah buah jeruk. Sowmya dkk. (2019) telah menyebutkan adanya kandungan naringenin dalam kulit buah Citrus maxima atau jeruk besar. Jeruk nambangan merupakan salah satu varietas unggul jeruk besar yang berasal dari Indonesia. Penetapan kadar kandungan naringenin dalam ekstrak mesokarp jeruk nambangan membutuhkan metode analisis kromatografi yang dapat melakukan pemisahan antara senyawa naringenin terhadap senyawa lainnya yang yang terkandung dalam ekstrak mesokarp jeruk nambangan. Suatu metode analisis yang digunakan dalam penetapan kadar suatu senyawa analit dalam sampel tertentu perlu memenuhi persyaratan validasi metode. Penetapan kadar naringenin dalam ekstrak mesokarp jeruk nambangan dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Ekstraksi terhadap mesokarp jeruk nambangan dilakukan dengan pelarut etanol 70% dengan rasio 1:10 b/v melalui metode ekstraksi refluks selama dua jam dengan suhu 50-60 °C. Penetapan kadar naringenin secara KCKT dilakukan dengan kondisi analisis yang dioptimasi dari penelitian sebelumnya oleh Stabrauskiene dkk. (2022) dengan kondisi analisis yaitu, fase gerak asetonitril:metanol:air (3:1:6 v/v/v), fase diam C-18 (250 x 4,6 mm, 5µm), laju alir 1 ml menit-1, panjang gelombang 280 nm, dan konsentrasi uji 1,8 µg mL-1. Penelitian dilanjutkan dengan validasi metode analisis terhadap kondisi analisis optimum meliputi uji selektivitas, uji linieritas, uji batas deteksi dan batas kuantitasi, uji presisi, dan uji akurasi. Penetapan kadar kemudian dilakukan terhadap sampel ekstrak mesokarp jeruk nambangan yang berasal dari buah dengan usia yang berbeda yaitu buah usia 2, 4, dan 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penetapan kadar naringenin dalam ekstrak mesokarp jeruk nambangan memenuhi persyaratan parameter validasi metode analisis. Metode analisis yang diuji selektif dengan nilai resolusi 3,546. Linier pada rentang 1,0136 – 15,204 µg mL-1 dengan koefisien korelasi (r) 0,999, nilai Vx0 0,715%, dan nilai Xp 0,288 µg mL-1. Sensitif dengan nilai batas deteksi 0,163 µg mL-1 dan batas kuantitasi 0,493 µg mL-1. Presisi dengan nilai RSD repeatability 7,196 % dan RSD intermediate precision 4,323%. Akurat dengan nilai rekoveri 85,895%. Hasil penetapan kadar naringenin dalam ekstrak mesokarp jeruk nambangan dengan usia yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan kadar naringenin dengan kandungan terbesar berturut-turut dimiliki oleh buah jeruk nambangan usia 2, 4, dan 6 bulan.

Description

Reupload file repositori 9 Februari 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By