Prediksi Harga Emas Tahun 2024-2025 dengan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) pada Aplikasi RStudio
| dc.contributor.author | Lina Dwi Jayanti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-13T07:27:44Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-14 | |
| dc.description | Reupload file repository 13 februari 2026 maya/mita | |
| dc.description.abstract | Emas merupakan aset safe haven (teraman) yang populer sebagai instrumen investasi karena sifat nilainya yang tetap stabil ditengah kondisi pasar yang fluktuatif. Peramalan harga emas menjadi langkah penting bagi para investor untuk mengetahui pergerakan harga emas di masa yang akan datang guna mengurangi risiko kerugian investasi. Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) merupakan metode analisis deret waktu yang digunakan untuk memprediksi suatu nilai dimasa yang akan datang. Metode ini mampu mengatasi data yang tidak stasioner dan memberikan hasil prediksi yang akurat berdasarkan pola data historis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pola data harga emas di Indonesia serta memprediksi harga emas periode 2024-2025. Penelitian ini dilakukan dengan metode ARIMA serta penggunaan aplikasi RStudio untuk proses pengolahan data. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh melalui sumber yang valid, seperti situs resmi ANTAM dengan jenis data berupa harga emas bulanan. Analisis data dilakukan melalu beberapa tahapan, seperti pengujian kestasioneran data menggunakan uji Augmented Dickey-Fuller (ADF), dilakukan proses differencing untuk membuat data menjadi stasioner, identifikasi model ARIMA sementara melalui plot ACF dan PACF, pemilihan model terbaik berdasarkan kriteria nilai terkecil pada AIC dan BIC, pengecekan diagnostik menggunakan uji Ljung-Box untuk memastikan residual data sudah bersifat white noise (varians residual bersifat acak), dan uji normalitas data menggunakan Q-Q plot. Keakuratan model ARIMA didasarkan pada kriteria MAPE, MAE, dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ARIMA (0,1,1) lebih baik daripada model ARIMA (0,1,0) karena, dilihat dari perolehan nilai yang lebuh kecil pada kriteria AIC dan BIC sebesar 1627.536 dan 1632.061. Model ini mampu menghasilkan prediksi yang akurat dengan tingkat akurasi berdasarkan nilai metrik error MAPE sebesar 11,63%, MAE sebesar 157.443, dan RMSE sebesar 189.670. Prediksi menunjukkan tren kenaikan harga emas yang konsisten setiap bulannya, mulai Rp 1.493.022 pada bulan September 2024 hingga Rp 1.598.647 pada bulan Agustus 2025. Hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi investor dalam memahami tren harga emas di masa depan serta dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi guna mengurangi risiko kerugian. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Rina Lestari, S.Si., M.T. DPA: Ir. Fanteri Aji Dharma Suparno, ST, M.S. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3330 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | ARIMA | |
| dc.subject | RStudio | |
| dc.title | Prediksi Harga Emas Tahun 2024-2025 dengan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) pada Aplikasi RStudio | |
| dc.type | Other |
