Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Temu Giring terhadap Kadar MDA Serum dan Otak pada Mencit yang Diinduksi Chronic Mild Stress
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas FarmasiFakultas Farmasi
Abstract
Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental serius di dunia yang
ditandai oleh berbagai gejala psikologis dan fisiologis. Salah satu mekanisme
biologis yang berperan dalam terjadinya depresi adalah stres oksidatif, yaitu kondisi
ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan sistem
antioksidan tubuh dalam menetralkannya. Ketidakseimbangan ini dapat
menyebabkan kerusakan sel, termasuk sel-sel otak, yang kemudian berkontribusi
terhadap gejala depresi. Salah satu indikator utama stres oksidatif adalah tingginya
kadar malondialdehid (MDA). Terapi depresi yang tersedia saat ini, seperti
selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), sering kali menimbulkan efek
samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya
melalui pemanfaatan bahan alam. Temu giring (Curcuma heyneana valeton & zijp.)
diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan steroid
yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian ekstrak etanol temu giring terhadap kadar MDA pada otak dan serum
darah mencit yang diinduksi Chronic Mild Stress (CMS), guna mengevaluasi
potensi temu giring sebagai agen terapi tambahan dalam menangani depresi melalui
mekanisme penurunan stres oksidatif.
Mencit sebanyak 24 ekor dibagi menjadi 6 kelompok, sebanyak 5 kelompok
diinduksi oleh Chronic Mild Stress (CMS) selama 21 hari, sedangkan 1 sisanya
tidak mendapat induksi stress apapun yaitu kelompok sham. Semua kelompok juga
mendapatkan pemberian sediaan secara per-oral selama 21 hari sesuai dengan
kelompoknya masing-masing. Kelompok sham dan negatif diberi CMC Na 1%,
kelompok positif diberi fluoksetin dosis 10 mg/kgBB, kelompok temu giring diberi
ekstrak etanol temu giring dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB.
Pada hari ke-22 mencit dikorbankan dan dilakukan pengambilan otak serta
darah dari jantung. Serum darah dan otak tersebut digunakan untuk pengukuran
kadar MDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi CMS dapat
meningkatkan kadar MDA dan pemberian ekstrak etanol temu giring pada semuadosis mampu menunrunkan kadar MDA dibandingkan dengan kelompok negatif.
Dosis 200 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan
kelompok normal maupun kelompok positif, sedangkan dosis 100 mg/kgBB masih
berbeda signifikan dengan kelompok normal (p = 0,01) dan dosis 400 mg/kgBB
berbeda signifikan dengan kelompok positif pada jaringan otak (p = 0,074). Oleh
karena itu, dosis 200 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif karena mampu
menurunkan kadar MDA darah dan otak mendekati kondisi normal serta setara
dengan kelompok yang diberi fluoksetin .
Description
Reupload file repository 5 Februari 2026_Arif/Halima
