Identifikasi Miskonsepsi Siswa berdasar Certainty of Response Index (CRI) dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Konten Aljabar Ditinjau dari Gaya Belajar
| dc.contributor.author | Zidni Elma | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T07:28:06Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-28 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi oleh Taufik Tgl 12 Pebruari 2026 | |
| dc.description.abstract | Pembelajaran di sekolah tidak selalu berjalan lancar tanpa hambatan, yang ditandai dengan adanya siswa yang mengalami miskonsepsi. Berbagai miskonsepsi yang dialami siswa akan mengakibatkan siswa mengalami beragam kesalahan dalam menyelesaikan soal, dan tentunya mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi kurang baik. Miskonsepsi merupakan gagasan yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah, meliputi kesalahan konsep, kesalahan memahami sifat-sifat atau prinsip-prinsip serta kesalahan dalam mengaplikasikan aturan. Cara untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa diantaranya adalah melakukan tes diagnostik dan menggunakan teknik Certainty of Response Index (CRI). CRI merupakan teknik untuk mengukur keyakinan seseorang dalam menjawab pertanyaan yang diberikan yang disajikan dalam bentuk skala. Miskonsepsi dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal, salah satu faktor internal yang mempengaruhi adanya miskonsepsi adalah gaya belajar. Miskonsepsi dapat berpengaruh terhadap pemahaman materi selanjutnya apabila tidak segera diperbaiki, karena kesalahan satu konsep dasar dapat menuntun siswa pada kesalahan yang terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal numerasi konten aljabar berdasar CRI ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIIA SMPN 4 Jember dan berlangsung pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dan instrumen pendukung yang digunakan adalah kuesioner gaya belajar, tes numerasi disertai angket CRI, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode angket, metode tes, dan metode wawancara. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling dan diambil dari siswa kelas VIIIA yang berjumlah 31 orang siswa. Siswa tersebut diberikan kuesioner gaya belajar dan soal tes numerasi disertai skala CRI. Data hasil kuesioner gaya belajar dan soal tes numerasi disertai angket CRI dianalisis untuk memilih subjek penelitian. Calon subjek yang teridentifikasi miskonsepsi dipilih minimal satu siswa dari setiap tepat satu jenis gaya belajar, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik dengan kriteria: (1) mengalami miskonsepsi pada setiap soal tes, (2) memiliki skor gaya belajar tertinggi pada tiap jenis gaya belajar. Berdasarkan hasil analisis analisis kuesioner gaya belajar dan soal tes numerasi disertai angket CRI, dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian dengan rincian 3 siswa bergaya belajar visual, 1 siswa bergaya auditorial dan 3 siswa bergaya belajar kienestetik. Kegiatan dilanjutkan dengan proses wawancara terhadap subjek penelitian guna mengonfirmasi bentuk miskonsepsi yang dialami siswa. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur. Kegiatan dilanjutkan dengan analisis data tes dan wawancara. Analisis data hasil tes dilakukan dengan membuat rekapitulasi hasil tes, mempelajari data yang terkumpul, mereduksi data, melakukan analisis miskonsepsi, dan menarik kesimpulan. Analisis data hasil wawancara dilakukan dengan cara mendengarkan hasil rekaman wawancara kemudian direduksi dengan cara memilih data yang penting dan menghilangkan data yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah analisis kemudian data disajikan, lalu dicek keabsahan datanya melalui member check, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Miskonsepsi yang diamati dalam penelitian ini yaitu miskonsepsi teoritikal, miskonsepsi korelasional, dan miskonsepsi klasifikasional. Hal ini karena jenis miskonsepsi tersebut sesuai dengan definisi miskonsepsi pada penelitian ini. Siswa bergaya belajar visual mengalami miskonsepsi teoritikal yaitu kesalahan dalam memahami konsep variabel dan konsep PtLSV, kesalahan dalam memahami prinsip-prinsip dalam operasi aljabar, kesalahan dalam memberikan alasan yang digunakan dalam menjawab soal. Selain itu siswa tersebut juga mengalami miskonsepsi korelasional yaitu kesalahan dalam mengubah informasi yang diketahui ke bentuk matematika dan kesalahan dalam menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. Siswa bergaya belajar auditorial mengalami tiga jenis miskonsepsi, antara lain: (1) miskonsepsi teoritikal yaitu kesalahan dalam memahami konsep variabel dan konsep PtLSV, (2) miskonsepsi korelasional yaitu kesalahan dalam mengubah informasi yang diketahui ke bentuk matematika, dan kesalahan dalam menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, (3) miskonsepsi klasifikasional yaitu kesalahan dalam mengklasifikasikan contoh bentuk pertidaksamaan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Siswa bergaya belajar kinestetik mengalami miskonsepsi teoritikal yaitu kesalahan dalam memahami konsep PtLSV, kesalahan dalam memberikan alasan yang digunakan dalam menjawab soal. Selain itu juga mengalami miskonsepsi korelasional yaitu kesalahan dalam mengubah informasi yang diketahui ke bentuk matematika dan kesalahan dalam menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Nurcholif Diah Sri Lestari, S.Pd., M.Pd. DPA: Ervin Oktavianingtyas, S.Pd., M.Pd. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3215 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan | |
| dc.subject | Misconception | |
| dc.subject | learning styles | |
| dc.subject | Certainty of Response Index | |
| dc.title | Identifikasi Miskonsepsi Siswa berdasar Certainty of Response Index (CRI) dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Konten Aljabar Ditinjau dari Gaya Belajar | |
| dc.type | Other |
