Perbedaan Status Karies Siswa SMP Sederajat yang Berasrama dengan yang tidak Berasrama di Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Rere Ramadhani | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-07T02:35:31Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-14 | |
| dc.description | Repo 7 April 2026_ Rudy K | |
| dc.description.abstract | Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak terjadi di dunia dan menyerang segala usia. Menurut SKI 2023, prevalensi karies aktif di Provinsi Jawa Timur adalah 38,6%. Kabupaten Jember memiliki kasus kerusakan gigi atau gigi berlubang sebesar 50,87%. Dampak utama yang muncul pada penderita karies yaitu nyeri. Rasa nyeri mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap pola makan, pola tidur, kegiatan sekolah dan juga sosial. Seperlima dari populasi dunia ialah remaja, didefinisikan oleh WHO sebagai kelompok usia 10 sampai 19 tahun yang merupakan kelompok sasaran penting untuk pembangunankesehatan gigi dan mulut. Lingkungan anak di sekolah dapat berpengaruh terhadap risiko terjadinya karies. | |
| dc.description.sponsorship | Pembimbing Utama Nama : drg. Elyda Akhya Afida M., MIPH | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6337 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedoktean Gigi | |
| dc.subject | Boarding and non-boarding school | |
| dc.title | Perbedaan Status Karies Siswa SMP Sederajat yang Berasrama dengan yang tidak Berasrama di Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
